“Kau dapat berkata apa saja. Aku hanya seorang prajurit yang tidak akan mempunyai harapan apabila Tumapel dapat dikalahkan oleh Kediri,” Toh Kuning berkata terus terang sambil menegaskan, ”aku akan me...
“Toh Kuning!” seru Ken Arok yang terkejut melihat sosok Toh Kuning berjalan mendekati kelompoknya. Toh Kuning tersenyum saat memandang wajah Ken Arok. Ia berkata, “Kau tentu menduga bahwa berita tenta...
Beberapa hari setelah Toh Kuning meninggalkan barak pasukan khusus, pecahlah perang antara Kediri dengan Tumapel. Peperangan dahsyat yang melibatkan ribuan orang, pertarungan siasat-siasat cerdas di D...
Para prajurit dari kedua kubu kemudian membenarkan kata-kata perwira itu dalam hati mereka masing-masing. Meskipun begitu, tidak terlihat rasa cemas sedikit pun yang tergambar di wajah anggota pasukan...
Toh Kuning memandang lekat punggung Pamekas saat meninggalkannya. Ia menarik napas dalam-dalam lalu mengheningkan cipta di dalam biliknya. Kesibukan mulai meningkat di barak pasukan khusus Selakurung ...
“Saya tidak dalam kedudukan membela Ken Arok, Ki Tumenggung. Saya hanya ingin Ki Tumenggung dapat mendengar. Maka dari itu, untuk bertemu di tempat ini karena saya sedang membela diri sendiri,” berka...
Dalam waktu yang sempit, para perwira sudah tidak lagi mempunyai kesempatan untuk berpikir lebih lama. Mereka telah mendengar kedahsyatan ilmu Toh Kuning dan ia menjadi satu-satunya harapan untuk meny...
Sorak sorai gembira para prajurit segera memenuhi angkasa. Mereka merasa bahagia dengan pengangkatan Gubah Baleman menjadi tumenggung. Pengangkatan itu membawa akibat yang baik karena pasukan khusus a...
“Ya, saya dapat menduganya,” sahut Toh Kuning, ”Ki Rangga, kecakapan Ken Arok dalam menempatkan orang-orang kepercayaannya dalam lingkungan istana Tumapel tentu menjadi pertahanan yang kuat baginya. T...

