Padepokan Witasem

Category : Bab 6 Mengguncang Pajang

Bab 6 Mengguncang Pajang

Mengguncang Pajang 8

kibanjarasman
Pertemuan dua pemimpin yang berbeda latar belakang itu terjadi tanpa direncanakan sebelumnya, baik oleh Resi Gajahyana maupun Ki Banyak Abang sendiri. Percakapan mereka berlangsung dalam...
Bab 6 Mengguncang Pajang

Mengguncang Pajang 7

kibanjarasman
Sementara itu, orang-orang dari Padepokan Sanca Dawala masih cukup jauh untuk dianggap mulai mendekati wilayah Kademangan Grajegan. Namun demikian, para petugas sandi yang dikirim Ki...
Bab 6 Mengguncang Pajang

Mengguncang Pajang 6

kibanjarasman
Dengan sikap tubuh yang mewah, Ki Nagapati menggaungkan kata-kata, “Aku akan berada di tempat ini. Aku adalah penghalang pertama bagi setiap orang yang akan mengganggu...
Bab 6 Mengguncang Pajang

Mengguncang Pajang 5

kibanjarasman
“Saya sependapat. Ratusan orang dengan senjata di tangan akan terbakar seperti rumput kering jika ada satu orang yang kehilangan pengamatan diri,” kata Ki Banyak Abang....
Bab 6 Mengguncang Pajang

Mengguncang Pajang 4

kibanjarasman
“Siapa yang menjadi pemimpin kalian setelah Ki Nagapati? Aku, Ki Banyak Abang, datang tidak untuk berperang,” suara keras Ki Banyak Abang memecah keheningan permukiman. Beberapa...
Bab 6 Mengguncang Pajang

Mengguncang Pajang 3

kibanjarasman
Dalam pekatnya malam, dua pengamat yang berada di tempat agak tinggi melangkah cepat menuruni bukit kecil menuju pemukiman para pengikut Ki Nagapati. Beberapa penjaga gardu...
Bab 6 Mengguncang Pajang

Mengguncang Pajang 2

kibanjarasman
Seorang prajurit bertubuh sedikit pendek dengan tergesa-gesa mendatangi gardu jaga yang menjadi ruang tunggu bagi Ki Nagapati. Dengan napas tersengal-sengal, ia berkata pada kawannya, ”Gawat!”...
Bab 6 Mengguncang Pajang

Mengguncang Pajang 1

kibanjarasman
Kegelisahan Pada saat Ki Swandanu dan Ki Hanggapati masih berada di kotaraja, Kao Sie Liong dan Zhe Ro Phan belum selesai dengan pengembaraan untuk mencerna...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.