Ada amarah dan kecewa sekaligus kekhawatiran atas keselamatan Bondan – yang berada di Kademangan Grajegan – membuat para pengiring dari Pajang itu merasa berat menjalankan permintaan Resi ...
Matahari nyaris menggapai puncak langit ketika suasana di sekitar Bondan serta Siwagati perlahan menjadi hening. Resi Gajahyana telah berhadapan dengan Ki Sarwa Jala. Mereka didampingi empat orang yan...
Hingga pada masa yang berlaku sesuai kebiasaan orang-orang Grajegan, maka Bhre Pajang segera mohon undur diri. Dia beserta seluruh rombongan akan kembali ke Pajang. Dalam kesempatan itu, Angling Dhyak...
Dalam waktu itu, dia dapat membayangkan kelegaan hati Ki Juru Manyuran. Simpul rumit pikiran Ki Sarwa Jala pun memudar. Walau begitu, Ki Sarwa Jala tetap tidak dapat menghindari sebuah firasat b...
Kehidupan Siwagati yang tidak pernah mengalami kekurangan dan banyak memperoleh dukungan dari orang di sekitarnya, mau tidak mau, telah mewarnai watak perilakunya. Dia tumbuh menjadi seorang gadis yan...
Tempaan Resi Gajahyana selama di Pajang akhirnya mendapatkan ujian berat ketika Bondan harus berhadap-hadapan dengan Mpu Gemana. Ketenangan seorang anak muda belasan tahun sudah pasti berbeda dengan ...
Bondan merasakan deru angin memburunya, seketika tangannya yang memegang udeng membuat gerakan satu lingkaran penuh menangkis satu ujung yang terdekat. Tangan kirinya segera mencabut keris yang tersel...
Sampar melontarkan beberapa pasak yang beracun ke arah yang ditunjukkan Mpu Gemana. Sejumlah paku melesat cepat menembus gelap malam. Bondan menyadari datangnya bahaya ketika melihat gerakan kilat yan...
Keris Sampar tiba-tiba seperti datang dari segala arah serta memiliki mata pada bagian lancipnya dan memburu Bondan yang berloncatan lincah menghindari serangan. Tetapi arus serangan Prana Sampar sema...







