Pengalaman dan ketenangan sering sejalan dengan raihan kemenangan. Meski Arya Penangsang tidak mendapatkan pengajaran dengan tujuan seperti itu, tetapi gurunya termasuk orang berjiwani tinggi. Sentuha...
Tak ada orang lain sejauh mata memandang di atas jalanan yang dilalui oleh Arya Penangsang. Dalam waktu itu, pasangan tua berjalan dengan langkah terburu-buru. Meski menyempatkan diri untuk membuka pe...
Setelah menunggu beberapa waktu dan tidak memperoleh tanggapan, Arya Penangsang mengulang seruannya yang merambat di bawah getar suara wajar. Lembu Jati kembali mendengar suara Arya Penangsang yang di...
Lembu Jati sadar dengan kedudukannya. Sekalipun dia dapat mengalahkan Arya Penangsang atau membunuhnya, itu tidak dapat serta-merta mengangkatnya sebagai orang berkedudukan tinggi atau dihormati. Lalu...
Arus sungai yang deras dan tidak ada lagi perahu yang mengapung di belakangnya membuat Arya Penangsang berpikir keras. Sambil menuntun kuda dan berjalan pelan, Adipati Jipang tersebut akan tiba di seb...
Mereka berpisah dengan pemahaman bahwa masing-masing mempunyai tanggung jawab yang harus diselesaikan sebagai akibat dari rencana besar Raden Trenggana. Adipati Jipang, Arya Penangsang, harus secepatn...
Pandangan layu begitu jelas terlihat pada wajah anak buah Ki Maja Tamping, tetapi apa yang dapat mereka perbuat? Mereka tidak dapat membuat keputusan masuk akal seperti melakukan serangan balik karena...
Tanpa pernah menganggap enteng kemampuan dua pengeroyoknya, Arya Penangsang sadar bahwa dia akan mengalami kesulitan bila hanya mengandalkan kecepatan. “Ini membahayakan,” pikirnya. Arya Penangsang m...
“Tuntaskan tanggung jawab kalian,” ucap lantang Arya Penangsang menantang. Nada suaranya terdengar lebih tajam daripada ujung keris Kyai Setan Kober. Ki Bejijong mendengarkan ancaman itu dengan kulit ...

