Rakit semakin mendekati wilayah berpasir tepi Kali Progo. Jarak telah terukur dan ditunjang pertimbangan yang matang, tiba-tiba Agung Sedayu berkelebat dengan ilmu meringankan tubuhnya yang luar biasa...
Di tepi Kali Progo kala senja semakin merayap gelap. Swandaru menolong tukang satang untuk keluar dari keributan yang terjadi. Dengan segala kekuatan yang ada dalam dirinya, Swandaru merangkul erat tu...
Para penggembala benar-benar menjadi gangguan yang rumit. Sulit dikendalikan oleh Ki Tunggul Pitu dan Ki Hariman meski mereka bergerak cepat. Kecepatan gerak dua orang berilmu tinggi itu dapat diimban...
Sebenarnya Ki Panuju memang mengulur waktu untuk sebuah harapan. Ia mengetahui bahwa serombongan penggembala akan melintasi tempat mereka berkerumun. Ia mengenal sangat baik para penggembala. Bahkan i...
“Ya. Aku tahu bila satu atau beberapa orang telah membenturkan olah kanuragan di sekitar tempat ini, itu berarti ia telah siap untuk melabrak Mataram. Ia menyulut api dengan menyinggung harga diri pra...
Lurah prajurit bergegas menyusur jalanan menurun di sisi sungai. Satu kelompok lain turut di belakangnya. Di dekat pohon sawo, ia memberi perintah untuk menyebar. Namun sebelum mereka bergerak, lurah ...
‘Ki Garu Wesi cepat merendahkan tubuh lalu menerjang Ki Hariman sepenuh tenaga. Kerikil sungai terlontar ketika kakinya menjejak dasarnya yang dangkal itu. Dalam sekejap ia melontarkan serangan ...
“Kau berhasil mendapatkan kitab itu!” seru kegirangan Ki Tunggul Pitu, bahkan ia nyaris berloncatan riang seperti anak kecil sebelum Ki Garu Wesi menggamit lengannya. “Inilah kita pada sore ini,” sahu...
Dengan demikian, maka perkelahian itu pun menjadi semakin membahayakan. Setiap orang mulai mengerahkan segenap kemampuannya dan udara pun mulai terasa hangat saat tenaga cadangan mulai terungkap perla...

