Pada halaman yang bersebelahan dengan bangunan induk, Kyai Bagaswara benar-benar telah berubah menjadi batu sandungan pertama yang sangat cadas. Kemampuannya berolah tangan kosong sangat sulit diatasi...
Pada benturan-benturan berikutnya, kawanan penyerang Sekar Mirah mulai dapat mengembalikan keseimbangan. Benarlah yang diduga oleh Kyai Bagaswara bahwa sebagian kemampuan penyusup itu ada yang setara ...
Sekar Mirah telah membuat keputusan penting! Sekar Mirah telah memilih tempat untuk mempertahankan kehormatan suami dan harga diri kademangan, serta keselamatan putrinya. Bila berkelahi di sekitar ban...
Salah seorang dari penyusup bergumam lalu berkata lirih pada dirinya sendiri, “Ternyata pekerjaan kita masih jauh dari kata selesai.” Ucapan itu rupanya dapat didengar oleh kawannya yang berada ...
Bunija yang melihat pergerakan kilat itu merasakan jantungnya berdetak lebih kencang. Hampir saja dia melupakan tugas utamanya karena terguncang dengan kecepatan para penyusup. Kyai Bagaswara menyentu...
Hingga pertengahan malam itu, sepertinya ada siasat lain yang belum diselesaikan oleh Ki Garu Wesi. Ataukah orang itu memang sudah membuat rencana susulan yang diyakini dapat menggemparkan seluruh kad...
Benturan keras kembali terjadi pada penghujung senja. Meski gelap belum sepenuhnya menebar jaring tapi pandangan anak buah Ki Malawi telah menjadi gelap seutuhnya. Senjata mereka terayun ganas diiring...
Yang terburuk dari itu semua adalah pengambilalihan Kademangan Sangkal Putung menjadi milik Mataram sepenuhnya. Itu berarti keturunan Ki Demang Sangkal Putung tidak lagi berhak memimpin kademangan yan...
Terdengar hela napas panjang dari putra mendiang Panembahan Hanykrawati itu, lalu dia berkata lagi, “Itulah yang terpikirkan olehku. Bagaimana aku dapat menjawab pertanyaan Pangeran Purbaya bila masih...







