Dua malam sebelumnya. Setelah berpisah dari Agung Sedayu, Sukra dan Kinasih berlari cepat menuju Tanah Perdikan. Agung Sedayu memang berpesan seperti itu agar mereka tiba terlebih dulu di tepi Kali Pr...
Masih dalam keadaan yang terpisah, Pandan Wangi berjalan di depan Agung Sedayu dalam jarak kurang dari lima belas langkah. Ketika orang-orang mulai berangsur berkurang karena telah menempuh jalur yang...
Dalam beberapa kesempatan, pandangan Pangeran Selarong kerap menyambar tajam Pandan Wangi. Dia masih merasa bahwa ada satu persoalan yang harus diselesaikan. Tapi bila menimbang kepribadian Pandan Wan...
Dari jarak yang agak jauh, seorang penjaga gerbang kemah melihat kedatangan tiga orang tersebut lantas melaporkan pada Pangeran Selarong. Tak lama kemudian, putra mendiang raja Mataram itu keluar dari...
Sejurus waktu berlalu ketika Agung Sedayu menyadari bahwa Pandan Wangi perlu waktu untuk menenangkan diri meredam nyala rindu pada ayahnya. “Apakah kau sudah siap?” bertanya Agung Sedayu kemudian. Pan...
Tidak ada kepastian dalam hidup ini selain segala sesuatu yang tidak pasti, pikir Agung Sedayu setelah mengurutkan kejadian demi kejadian. Ternyata menghadapi Raden Atmandaru terasalah kemudian bahwa ...
Mereka berdua kemudian menyisir jalan melingkar. Agung Sedayu lantas mengatakan bahwa sebaiknya mereka menempuh jalur sunyi. Pengawal yang menjadi pengiring Agung Sedayu mengangguk lalu berjalan di de...
Daun-daun dan rerumputan bergetar seiring dengan perasaan Sekar Mirah. Perempuan tangguh ini sadar semakin lama dia menahan Agung Sedayu dengan pembicaraan terkait Kinasih, dia tidak akan sanggup menj...
“Kita tidak dapat menduga yang sebenarnya dipikirkan maupun yang dirasakan oleh Swandaru. Mungkin dia ingin mengungkap sikap atau pikirannya bahwa Mataram, dalam keadaan tertentu, tidak dapat dan tida...









