Kyai Bagaswara yang sedang berjalan menuju rumah Ki Demang pun menerima berita kedatangan Agung Sedayu. Tapi akhirnya dia mengurungkan niat menemui Agung Sedayu, khususnya pada hari itu. āBagaimanapun...
Derap langkah Arya Penangsang teredam oleh hiruk pikuk halaman luar istana. Dia tidak tergesa, setiap tapak kakinya terukur menyatu dengan denyut kota yang tak lagi asing. Perasaan Adipati Jipang itu ...
Bintang-bintang perlahan tampak memudar setelah berpindah tempat. Langit menurunkan gerimis yang jarang tapi terasa dingin. Untuk beberapa saat, Agung Sedayu membeku pada tempatnya. Mungkin dia sudah ...
Agung Sedayu tidak berencana untuk menemui Swandaru lalu membicarakan segala yang diperbuat adik seperguruannya itu. Begitu pula Swandaru yang menuruti kehendak hatinya untuk pergi meninggalkan Sangka...
Dalam waktu itu, seorang pengawal telah mencapai tempat Sekar Mirah lalu melaporkan segala yang terjadi di banjar pedukuhan. Sekar Mirah hanya dapat menarik napas panjang dengan jantung yang tak henti...
Sepeninggal Ki Garjita, orang-orang mulai membersihkan setiap bagian kediaman Ki Demang Sangkal Putung. Sekar Mirah pun kembali masuk ke dalam biliknya setelah meninggalkan pesan pada Kyai Bagaswara. ...
Kyai Bagaswara tidak menyangka bahwa Swandaru ternyata tetap memaksakanĀ diri terlibat dalam perkelahian. Dengan pertimbangan tertentu, Kyai Bagaswara membuka ruang bagi Swandaru untuk melibatkan diri...
Rombongan yang berjumlah belasan orang itu pun menyisir jalan utama pedukuhan. Swandaru tampak tidak tergesa-gesa tapi juga bukan dalam ketenangan. Dia berjalan seolah-olah Kademangan Sangkal Putung j...
Perubahan itu ditambah ketiadaan Ki Garjita membuat nyali pengikut Raden Atmandaru sempat menjadi ciut. Sebelumnya, mereka telah terbagi menjadi dua kelompok kecil. Sekarang mereka terpisah lagi menja...







