“Apakah tidak ada laporan dari peronda yang mungkin melihat pergerakan kecil yang mencurigakan?” bertanya Ki Gede kemudian. “Tidak ada, Ki Gede,” jawab pemimpin pengawal. “Keadaan seperti ini sebenarn...
Antara langit yang menjadi gelap atau sinar matahari yang tertutup mendung rapat memang masih tampak samar. Mungkin saat itu sudah memasuki senja ketika Raden Mas Rangsang memasuki bangunan kayu yang ...
Sebagian pedati yang ditinggalkan di perut lembah menjadikan perjalanan iring-iringan Panembahan Hanykrawati sedikit lebih cepat. Barisan semakin ramping karena terbagi menjadi banyak kelompok yang ma...
Cuplikan : Ki Bajang Saloka melompat surut sangat jauh, kemudian berdiri tegak lantas mengedarkan pandangan di sekelilingnya. Beberapa orang pengikutnya telah tergolek membujur lintang, sementara yan...
Keris Sampar tiba-tiba seperti datang dari segala arah serta memiliki mata pada bagian lancipnya dan memburu Bondan yang berloncatan lincah menghindari serangan. Tetapi arus serangan Prana Sampar sema...
Jantung Agung Sedayu berdebar keras meski pernapasannya tidak ada gangguan. Muncul perasaan janggal ketika ia sadar bahwa berada di dekat gadis yang merawat luka-lukanya di Pengging itu seperti menjad...
“Menurutku, kata-kata Ki Garu Wesi bukanlah suatu ancaman,” kata Ki Gede Menoreh, ”tetapi bukan berarti kita akan berdiam diri. Kita telah melakukan langkah tepat.” Prastawa menarik napas dalam-dalam ...
Keesokan harinya, Ki Garu Wesi belum memerintahkan pengikutnya untuk membongkar perkemahan. Ia memberi perintah pada beberapa orang yang menjadi petugas sandi untuk mendatangi Tanah Perdikan Menoreh u...
Ki Lurah Sanggamurti pun tertawa lega karena menyadari bahwa keadaan di sekitar Lasem hingga Tuban seperti bara dalam sekam. Setidaknya, menurut pikiran Ki Sanggamurti, Gagak Panji tidak akan mengalam...







