Bondan merasakan deru angin memburunya, seketika tangannya yang memegang udeng membuat gerakan satu lingkaran penuh menangkis satu ujung yang terdekat. Tangan kirinya segera mencabut keris yang tersel...
Sementara itu, Agung Sedayu terus bergerak menuju tempat yang dijadikan percobaan pembunuhan terhadap Ki Patih Mandaraka. Dia berjalan dengan kecepatan sedang tanpa mengesankan terburu-buru. Hingga me...
“Luar biasa!” gumam Ki Demang Brumbung dalam memuji ketajaman nalar Agung Sedayu. Dugaan senapati pasukan khusus itu benar-benar terjadi ketika muncul seorang laki-laki dari arah dapur lalu melesat ce...
Ki Demang Brumbung mendengarkan penuh seksama sambil disertai kepala yang tampak manggut-manggut sesekali. “Keadaan….,” gumamnya, kemudian memandang Agung Sedayu dengan tatap mata penuh arti. Agung S...
Belum genap sehari setelah Panembahan Hanykrawati dikebumikan, langit Mataram masih berwarna kelabu seakan-akan tidak rela melepas kepergian orang terkasih untuk selamanya. Sekali-kali terdengar guruh...
Sampar melontarkan beberapa pasak yang beracun ke arah yang ditunjukkan Mpu Gemana. Sejumlah paku melesat cepat menembus gelap malam. Bondan menyadari datangnya bahaya ketika melihat gerakan kilat yan...
Tidak banyak yang diketengahkan mengenai sosok wanita pemberani, ratu segara yang disegani bangsa asing dan kerajaan-kerajaan sekitar Demak pada masa itu. Dukungannya terhadap angkatan laut Demak pun ...
Tak ada panji yang menjadi lambang kebesaran Mataram. Tak ada wajah yang sanggup memandang tegak ke depan. Panembahan Hanykrawati belum benar-benar meninggalkan mereka tapi itulah yang menjadikan pand...
“Apa yang sedang terjadi di pesanggrahan, Ki Rangga?” tanya Ki Grobogan Sewu. “Saya ingin mengatakan tapi…” Suara murid utama Perguruan Orang Bercambuk itu bergetar lalu ucapannya terputus. Tenggoroka...







