Terdiam Nyi Humalang mendengar pertanyaan suaminya. Walau mempunyai perkiraan sendiri namun ia tidak ingin menjadi penyebab keguncangan dalam hati suaminya. Nyi Humalang mengerti bahwa keadaan Pajang ...
Dan, tuah Kiai Plered semakin tajam mengiris bagian dalam pertahanan Agung Sedayu. Tubuh senapati Mataram seakan kehilangan daya, sebelah lengannya terkulai tetapi ia berusaha tegar dan bertahan pada ...
Ya, Agung Sedayu menilai itu adalah saat yang tepat. Di tengah keraguan yang menderanya, ia melihat, meski sekejap, keadaan Ki Patih Mandaraka. Pekik tajam Ki Tunggul Pitu menyita perhatian Agung Seda...
Pertarungan berlangsung semakin dahsyat! Ki Patih Mandaraka — yang telah dibatasi oleh usia — bergerak lebih lambat dengan segenap kemampuannya. Meski lebih lambat, tetapi tidak mudah bag...
Adalah Ki Patih Mandaraka dengan sebangsal pengalaman menghadapi perang tanding berkelahi dengan ketenangan luar biasa. Sesekali Kiai Kutharaga yang berada di tangannya berayun memutar, menebas silan...
Bhatara Pajang merasa tidak lagi perlu menambahkan atau mengungkapkan pikirannya, lalu katanya pada pelayan, ”Baiklah, sampaikan kepada Ki Nagapati bahwa aku akan menemuinya menjelang tengah malam nan...
Dahi Gagak Panji berkerut. Dengan dua alis yang saling bertaut, ia bertanya, ”Saya tidak merasa telah membuat Anda marah, Paman. Dan pula saya tidak membuat kekacauan seperti yang dilaporkan para petu...
Agung Sedayu meloncat mundur, keningnya berkerut, sejenak ia terlihat seperti kebingungan karena tiba-tiba begitu mudah ditembus senjata lawan. Terpesona, barangkali Agung Sedayu terbius oleh kekuatan...
Ki Patih Mandaraka seperti sengaja menurunkan ketegangan atau mungkin sedang menunggu perubahan yang mungkin akan dilakukan lawannya. Kepercayaan diri Ki Tunggul Pitu, diakui atau tidak, cukup mempeng...


