Waktu beranjak mendekati siang. Terik matahari mulai menggatalkan kulit ketika debu-debu perkelahian semakin tipis. Tiga lawan Kiai Bagaswara telah jauh dari gelanggang. Mereka mengambil arah berlaina...
Perwira-perwira muda ini sebetulnya adalah para prajurit yang sedang melakukan penyelidikan. Mereka adalah orang yang memiliki kemampuan tinggi. Kaisar Ning Tsung dan Menteri Zhang Xun Wei membentuk p...
“Orang tercepat di antara mereka adalah ia yang ditunggu Ki Patih,” desis Kiai Bagaswara sebelum menetapkan hati memburu Ki Sekar Tawang. Namun lintas pikirannya bergerak lebih cepat. Muncul pertimba...
Hyang Menak Gudra pun mengangguk kemudian berkata pelan, ”Ki Tambak Langon telah menyediakan dirinya untuk menjadi orang yang pertama. Ia akan didampingi oleh Banyak Kitri dan Semambung.” Dua alis Gag...
Kemampuan Agung Sedayu berpindah-pindah jalur ilmu membuktikan bahwa ia telah menguasai tiap bagian yang diajarkan oleh Ki Waskita dan Kiai Gringsing. Usaha Ki Patak Ireng membentur tebing cadas! Ali...
Kemarahan pengikut Raden Atmandaru semakin menjadi-jadi, oleh karena itu, perkelahian meningkat semakin hebat. Kesungguhan mereka dalam menghadapi Agung Sedayu yang sendirian tidak lagi dapat dipandan...
Guru Bondan tersebut lantas melanjutkan, ”Aku telah meminta Bhre Pajang agar mengizinkan mereka berdua tinggal di padepokan. Sambil menunggu kedatangan Bondan, aku sengaja lakukan itu agar tidak ada ...
Betapa sinar mata dan paras wajah Agung Sedayu benar-benar berubah. Pada malam itu, Agung Sedayu bukan seseorang yang dikenal oleh Sukra maupun Ki Patih Mandaraka. Ki Patih Mandaraka adalah orang yang...
Menyadari bahwa orang yang dilabraknya bukanlah lawan yang sepadan, Sukra segera membentengi diri dengan gerakan-gerakan yang berunsur dari jalur perguruan Ki Jayaraga. Ia menyesap pengajaran Glagah P...



