Aku tidak dapat melihat Gita Nervati dan Wong Awulung. Seandainya wajah mereka memperlihatkan perubahan, aku tidak akan tahu. “Apa artinya, Sang Hyang?” Wong Awulung bertanya padaku. Aku tidak ingin m...
“Siapa yang menjadi pemimpin kalian setelah Ki Nagapati? Aku, Ki Banyak Abang, datang tidak untuk berperang,” suara keras Ki Banyak Abang memecah keheningan permukiman. Beberapa orang prajurit Ki Naga...
Dalam pekatnya malam, dua pengamat yang berada di tempat agak tinggi melangkah cepat menuruni bukit kecil menuju pemukiman para pengikut Ki Nagapati. Beberapa penjaga gardu di luar pemukiman memandang...
Aku melambaikan tangan padanya. Pemimpin pengawal rahasia itu kemudian berjalan dengan ayunan kaki yang mantap menuju tempat kami berada. Dia adalah wanita yang cukup lama tenggelam dalam pekerjaannya...
Seorang prajurit bertubuh sedikit pendek dengan tergesa-gesa mendatangi gardu jaga yang menjadi ruang tunggu bagi Ki Nagapati. Dengan napas tersengal-sengal, ia berkata pada kawannya, ”Gawat!” Prajuri...
Setelah peristiwa aneh itu berlalu, aku dapat bernapas lega meski keterkejutan belum sepenuhnya melepaskan diri dariku. Aku ingin mengungkapkan sesuatu. “Sekarang, serangan kedua mereka justru membina...
Kegelisahan Pada saat Ki Swandanu dan Ki Hanggapati masih berada di kotaraja, Kao Sie Liong dan Zhe Ro Phan belum selesai dengan pengembaraan untuk mencerna kata-kata Resi Gajahyana. Mereka menundukka...
Serentak orang-orang terhempas rasa kaget yang sangat dalam. Mereka menahan napas dengan wajah berubah pucat seperti melihat seleret kilat menyambar di tengah-tengah mereka. Betapa mereka tidak pernah...
Nyi Kirana bergeser setapak, katanya, ”Setiap orang yang mengenal Padepokan Sanca Dawala mengerti, bahwa Mpu Rawaja hanya memberikan gelang itu pada yang berkepandaian tinggi dan setia padanya.” Ia be...



