Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 31

Hujan telah reda, semak dan rerumputan tampak berserak. Para pengawal Menoreh kembali menyusun barisan lebih rapi dan kuat. Mereka telah menerbitkan semangat bertempur lebih kuat dari sebelumnya.  Mereka mendengar ucapan lantang orang yang mereka tuakan. Mereka harus berbuat sesuatu untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. Kekacauan yang terjadi di rumah Agung Sedayu dan sebuah pasar […]

Toh Kuning

Toh Kuning – Alas Kawitan 1

Toh Kuning yang sedang duduk di anak tangga kemudian bangkit dan bergeser dua langkah, katanya,” Kiai, kami berdua masih sesekali mengamati Jalur Banengan dan kami sudah menyiapkan sebuah tempat di Alas Kawitan bagi kiai jika ingin bertualang kembali. Dan kami harap anak buah kiai tidak lagi berbuat melebihi batasan.” “Kalian anak muda yang belum mengenal […]

Toh Kuning

Toh Kuning – Jalur Banengan 7

“Kau telah meremehkan kemampuan mereka, Ki Lurah,” Ki Panji Mahesa Wunelang lantas berdiri dan berkata tajam,” Orang dengan kedudukan sebagai rangga sudah pasti mempunyai ilmu beberapa tingkat diatasmu. Dan Ki Rangga Kertapati dapat dengan mudah mereka sekap dan aku temukan dia dalam keadaan terikat di sebuah gardu jaga. Apakah kau tidak mengetahui berita itu?” Gubah […]

Toh Kuning

Toh Kuning- Jalur Banengan 6

Ki Ranu Welang membentak sangat keras, tubuhnya meluncur melebihi anak panah yang terlontar dari busurnya. Akan tetapi serangan Ki Ranu Welang ternyata membentur pertahanan Ki Jawani yang sempat menutup celah terbuka di bagian atas perutnya. Dua tenaga inti yang bekekuatan dahsyat saling bertabrakan dan Ki Jawani gagal menjaga keseimbangan tubuh sehingga ia terdorong jatuh. Ki […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 52

“Mungkin ini adalah kelemahan kami karena Ki Rangga berada di pihak yang berbeda dengan kami,” Ki Lurah Sanggamurti menggelengkan kepala. “Tidak, Ki Lurah,” sahut Ki Rangga Gagak Panji,” Demak memiliki banyak senopati yang mempunyai kelebihan diatasku.” “Bukan masalah ketinggian ilmu yang aku maksudkan,” Ki Lurah menarik nafas panjang lantas,”Tetapi kemampuan untuk menjaga semangat para prajurit […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 51

“Kembalilah!” perintah Sultan Trenggana,” Katakan pada Menak Gudra dan Paman Tawang Balun bahwa ketika seseorang telah melangkah memasuki kapal sebenarnya ia telah berpikir jalan untuk pulang.” “Hamba tidak ingin melebihi kehendak Kanjeng Sultan untuk memberi arti dari ucapan itu.” “Katakan seperti yang aku katakan padamu.” Lalu Gagak Panji pun menghaturkan sembah hormat kemudian melangkah keluar […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 50

“ Aku tidak peduli!” sergah Gagak Panji. Tanpa sadar ia telah melumatkan kayu sandaran lengan. Kemudian ia berkata,” Seorang paman akan menjaga keponakannya dan bila perlu ia akan membicarakan perihal keponakannya secara langsung. Tetapi Paman telah menuduhku berusaha mengambil alih Demak tanpa bukti yang dapat diterima akal sehat. Paman menuduhku dengan anggapan dari Paman sendiri […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 49

“ Masuklah, pintu tidak terkunci!” perintah Sultan Trenggana dari dalam. Gagak Panji mendorong pelan dan sedikit bunyi berdecit ketika pintu bergeser. Kini ia telah berada di dalam ruangan yang tidak begitu besar. Sekilas ia melihat sebuah pembaringan kecil, tiga buah sebuah kursi dan meja. Bilik yang cukup sederhana bagi seorang pemimpin sebuah kerajaan. “ Gagak […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 48

Hyang Menak Gudra telah mendapat laporan mengenai kedatangan armada perang Demak yang dipimpin secara langsung oleh Sultan Trenggana. Setelah menimbang beberapa pendapat, ia bergegas menuju barak pasukan yang berada di pelabuhan. Rakryan Tumenggung Ra Kayumas, Ki Rangga Gagak Panji dan Mpu Badandan sedang memimpin pertemuan para senopati ketika Hyang Menak Gudra tiba memasuki ruangan. “ […]

Pangeran Benawa

Penaklukan Panarukan 47

Orang-orang berseru kaget, kecuali Ki Rangga Gagak Panji. Mereka mengulang kembali ucapan Mpu Badandan. Sejenak kegaduhan terjadi dalam ruangan yang berukuran sekitar lima puluh langkah kaki itu. Lalu Mpu Badandan meneruskan ucapannya,” Gagak Panji akan mendatangi mereka setelah mereka terlihat telah membuang sauh. Ia akan menemui Sultan Trenggana dan karena tidak mungkin bagi Demak untuk […]