Ki Garu Wesi sepertinya telah mengetahui bahwa kedatangannya telah diketahui seseorang yang tidak ia kenal sebelumnya. Ia menarik nafas dalam-dalam. Ketika ia semakin dekat, ia mengatakan,”Seperti ini...
Segera saja Ken Arok melompat jungkir balik di udara menjauhi Ki Jawani. Ia benar-benar terkejut ketika menyadari Ki Jawani menggebrak dengan ilmu tingkat tinggi....
Namun yang dilakukan oleh Agung Sedayu kemudian terpantau oleh Ki Tunggul Pitu yang pada saat itu melintasi simpang tiga. “Tentu kau yang bernama Agung Sedayu,” kata Ki Tunggul Pitu. “Benar, Ki Sanak,...
“Kebakaran itu benar terjadi, Ki Rangga,” sambung pengawal. ”Saat ini Sukra berada di pasar dan pengawal yang lain telah melaporkan kejadian ini pada Ki Gede.” Agung Sedayu berpaling pada arah pasar p...
Maka dengan begitu, lawan Sukra menjadi heran dengan kekuatan yang tersimpan dalam diri pengawal Menoreh yang menjadi lawan tangguh baginya. Betapa ia mendapati kulit Sukra menjadi liat, ia juga melih...
Satu demi satu pengikut Ki Garu Wesi pun roboh, namun para pengawal Menoreh meskipun menderita luka-luka akibat girensan senjata masih berusaha keras memberikan perlawanan. Bantuan pun datang untuk me...
Sorot mata Ki Gede berkilat marah. “Biadab!” desis Ki Gede lalu ia diam sejenak untuk melihat ke bagian dalam dirinya. Ia tidak ingin terpengaruh keadaan genting dan sangat gawat itu. Ki Gede adalah p...
Kemudian Sukra telah kembali ke induk pedukuhan. Wajah mereka terlihat tegang dan terbayang sorot mata kelelahan. Tetapi gejolak jiwa mereka masih tampak menyala dan menggelora dalam dada. Sejenak kem...
Sementara itu di rumah Prastawa, Sukra mendengarkan penjelasan Prastawa sebagai Kepala Pengawal Tanah Perdikan Menoreh, “Kita memang hanya dapat menunggu. Kita tidak dapat bergerak tanpa isyarat yang ...

