Tag : pencak silat

Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 13

kibanjarasman
Ki Patih Mandaraka tidak mengucapkan sepatah kata, sepertinya ia sedang menunggu perkembangan. Menurut Ki Patih, tentu sesuatu yang penting dan mungkin juga menentukan apabila orang...
Bab 1 Dua Utusan

Dua Utusan 7

kibanjarasman
“Salah satu alasan?” Nyi Retna bergumam pelan lantas berpaling pada Bondan. Kemudian ia tersenyum dengan sorot mata penuh pengertian dan secercah harapan tampak berbinar di...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 12

kibanjarasman
Menepikan Swandaru? Apakah itu berarti menyingkirkan keberadaannya untuk selamanya? Atau hanya sekedar melumpuhkan Swandaru bila perang tiba? Ruang pikiran Agung Sedayu berubah menjadi gelap. Tiada...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 11

kibanjarasman
Agung Sedayu menyandarkan tubuh pada batang pohon yang melekat dengannya. Tiba-tiba ia kehilangan ketajaman nalar. Pandangan matanya masih mengarah pada arah Swandaru mencongklang kuda. Ruang...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 10

kibanjarasman
“Aku menahan sebuah keterangan,” kata Ki Patih kemudian, “yang tidak akan dapat diterima oleh banyak orang. Tentang peristiwa yang dipastikan mencoreng Mataram.” “Saya mendengarkan, Ki...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 9

kibanjarasman
Ki Ramapati menata sikapnya. Muncul keyakinan bahwa keterangan yang disampaikan oleh petugasnya akan mempengaruhi pilihan Ki Patih Mandaraka, walau begitu  Ki Ramapati tidak ingin terkesan...
Bab 1 - Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 19

kibanjarasman
Sang Maharani - Tubuhku terasa ringan. Kekuatan gaib -- yang aku kira tengah menekan punggungku -- telah sirna. Aku bergerak dengan luar biasa. Sepasang kakiku...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 8

kibanjarasman
Sangkal Putung, pedukuhan induk. Kedatangan Ki Patih Mandaraka tidak diduga Agung Sedayu sebelumnya. Walau hati kecil  senapati itu berharap dapat bertemu dengan orang kepercayaan Panembahan...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.