Arya K-Mas

Arya K-Mas : Pertarungan Singkun Melawan K-Tarax

Arya K-Mas, dengan kerutan di dahinya, mendengarkan cerita Singkun dengan seksama.

“Berakhir dengan perkelahian di antara kami,” kata Singkun, suaranya sedikit serak.

“Lalu?” tanya Arya K-Mas tidak sabar.

Singkun menghela napas berat, matanya menerawang. “Pertarungan itu terjadi di lembah sunyi, dekat Curug Mutiara yang kini hampir kering. K-Tarax, dengan tubuh kurusnya yang aneh, muncul dari balik kabut senja. Matanya memancarkan cahaya kehijauan yang dingin, dan dia dikelilingi oleh aura pekat yang membuat udara terasa berat dan pandangan menjadi buram.”

“Serangannya cepat, Arya,” lanjut Singkun, suaranya kini terdengar menyesal. Kepalanya menggeleng berulang-ulang. “Dia itu… aneh, aku rasa. Dia tidak menggunakan senjata fisik. Melainkan mengirimkan gelombang energi aneh, seperti fatamorgana yang mengaburkan pandangan dan menguras kekuatan. Setiap kali gelombang itu memancar meski tidak langsung membidikku, rasanya kekuatanku terkikis, seolah ada selubung tebal yang menyelimuti tubuh dan pikiranku.”

Singkun mencoba membalas dengan aji Auman Singa Kuncoro, mengeluarkan gelombang suara dahsyat yang biasa digunakan untuk menggetarkan lawan. Namun, energi K-Tarak seolah meredam semua frekuensi, menjadikannya bisu dan hampa. K-Tarax hanya tertawa tipis, tawanya terdengar seperti gesekan kaca, dan melancarkan serangan berikutnya.

“Aku mencoba mendekat, menggunakan kecepatan dan kelincahanku,” Singkun bercerita, tangannya mengepal. “Tapi seolah ada dinding tak terlihat yang melindunginya. Setiap langkahku terasa berat, pandanganku semakin kabur, dan aku mulai merasa pusing. Kekuatan rimpang kencur yang mengalir dalam darahku, yang biasanya memberiku stamina tak terbatas, terasa luntur di hadapan aura K-Tarax yang menyesakkan.”

 

Pada akhirnya, Singkun jatuh berlutut, napasnya tersengal. Tubuhnya terasa lemah, dan penglihatannya memudar, seperti diselimuti kabut tebal yang tak bisa ditembus. K-Tarax tidak menghabisi Singkun, hanya meninggalkannya terkapar di tanah, dengan senyum sinis yang mengancam.

“Dia hanya berkata, ‘Ini baru permulaan, Singkun. Kegelapan akan menyelimuti negeri ini, satu per satu. Dan kau, yang katanya penjaga suara dan kesehatan, tak akan mampu melihatnya datang’,” Singkun mengakhiri ceritanya, suaranya penuh kepahitan. “Aku tidak bisa melawannya, Arya. Kekuatannya… mengaburkan segalanya.”

 

Keterangan :

Tokoh Singkun (Singa Kuncara) memerankan kencur.

Kencur adalah tanaman yang memiliki aroma dan cita rasa yang pedas dan masih keluarga jahe. Banyak manfaat dari kencur, sebagian kecilnya adalah ekstrak kencur mengandung senyawa yang bersifat antibakteri dan antiradang.

Kandungan antibakteri diketahui dapat membasmi kuman di gigi dan gusi. Sementara itu, kandungan zat antiradang pada kencur juga bisa meredakan nyeri dan bengkak di gigi dan gusi.

Tokoh K-Tarax (Katarax).

Katarak adalah keadaan medis ketika lensa mata yang semula bening menjadi keruh dan berkabut. Akhirnya terasa seperti melihat melalui jendela yang kotor atau suram dan itulah yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur, buram, atau kurang jelas.

 

Kisah Terkait

Menjemput Sehat Melalui Tradisi – Bumbu Pecel Cak Roni

kibanjarasman

Arya K-Mas : Badai Debu

kibanjarasman

Leave a Comment

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.