Padepokan Witasem

Tag : baca cerita silat gratis

Bab 5 Bentrokan di Lereng Gunung Wilis

Bentrokan di Lereng Gunung Wilis 5

kibanjarasman
Pedang senapati Majapahit itu terlihat bergulung-gulung dan seolah membungkus tubuhnya dalam selimut putih yang rapat....
Bab 10 Lamun Parastra Ing Pungkasan

Lamun Parastra Ing Pungkasan 36 (Sebuah Jeda)

kibanjarasman
"... memang ada sejumlah orang yang mungkin tidak puas jika mendengar perintah mundur dari Raden Trenggana."...
Bab 5 Bentrokan di Lereng Gunung Wilis

Bentrokan di Lereng Gunung Wilis 4

kibanjarasman
Bondan harus segera menjauh dengan bergulingan untuk meredam dorongan kaki yang ditarik kembali karena ia merasakan ada tenaga yang melawan saat kakinya membentur perut lawannya....
Bab 10 Lamun Parastra Ing Pungkasan

Lamun Parastra Ing Pungkasan 35

kibanjarasman
Kita, orang-orang Demak, bukan segolongan orang yang haus darah dan gila pada kekuasaan....
Bab 10 Lamun Parastra Ing Pungkasan

Lamun Parastra ing Pungkasan 34

kibanjarasman
Kita  tidak boleh gegabah mendudukkan Arya Penangsang di singgasana Demak. Jepara dan Pajang adalah kekuatan yang tidak dapat diabaikan...
Bab 5 Bentrokan di Lereng Gunung Wilis

Bentrokan di Lereng Gunung Wilis 3

kibanjarasman
Setelah hampir setahun tinggal bersama dengan saudara dan bibinya di Trowulan, Bondan memang mengalami kemajuan pesat terutama dari segi pengendalian diri....
Bab 10 Lamun Parastra Ing Pungkasan

Lamun Parastra ing Pungkasan 33

kibanjarasman
Aku hanya tidak ingin Arya Trenggana semakin membesar kepalanya. Tentu sambutan hangat dan puji-pujian akan datang baginya dari seluruh pelosok wilayah yang berada di bawah...
Bab 5 Bentrokan di Lereng Gunung Wilis

Bentrokan di Lereng Gunung Wilis 2

kibanjarasman
Gunung Wilis. Aku tidak mengecilkan semangat kalian karena aku mempunyai keyakinan bahwa kita lebih senang mati daripada menjadi tawanan mereka...
Bab 5 Bentrokan di Lereng Gunung Wilis

Bentrokan di Lereng Gunung Wilis 1

kibanjarasman
“Siapkan diri kalian. Kita tidak sedang berhadapan orang-orang seperti prajurit Pajang dahulu. Mereka sudah jelas berkemampuan tinggi dan berjumlah cukup,” kata Ra Jumantara...
Nagasasra dan Sabuk Inten

Nagasasra Sabuk Inten 2 (IV-VII)

kibanjarasman
IV Tetapi, malam itu Mahesa Jenar sama sekali tidak berhasrat untuk tidur. Ketika ia sudah membaringkan dirinya, teringatlah kembali semua peristiwa yang dialaminya pada hari-hari...