Padepokan Witasem
kepak sayap angsa, padepokan witasem, prosa liris
Kepak Sayap Angsa

Keresahan Pisang

Aku menjerit ngeri dalam kebisuan. Perempuan itu kuat mengayunkan golok dengan senyum mengembang dan perasaan berbunga.

Tubuhku bergelimang adonan putih berbau pandan. Aku diuleni, dibalut daun yang majikanku babat bersama diriku. Kini aku disusun rapi di dalam dandang. Aku tak berdaya.

“Panas!” Aku dengar jeritan panjang dari dalam tungku. Itu suara teman-temanku yang telah dikukus lebih dulu. Satu tandan telah selesai dimasak majikanku.

Kini tiba giliranku.
“Yang Menciptaku, tolong kurangi rasa panas di kukusan itu, aku takut!”

Mataku terpejam, dalam gelap aku pasrah.

Dan aku tidak pernah berpikir akan berakhir seperti ini. Wajah-wajah lapar para yatim piatu di musala kampung majikanku, berebut untuk dapat menikmati diriku yang manis dan legit. Aku bahagia!

Meyda Taurean. KSA Juni 2022

Wedaran Terkait

Urung

Yekti Sulistyorini

Tenggelam

kibanjarasman

Sudah Berakhir!

kibanjarasman

Sobekan Roti Perawan

kibanjarasman

Sepenggal Kisah Tentang Kita

kibanjarasman

Seorang Pelacur

kibanjarasman

Leave a Comment

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.