Perempuan itu telah melewati perjalanan panjang. Berbulir peluh mengendap di tubuh legam nan lebam. Noda hitam melukis wajah, tak lagi nampak ayu kemerahan. Dipanggul sejuta lara dengan lenggang gemul...
Tempat ini, dulu aku menyebutnya rumah, tapi sejak hampir setahun yang lalu aku tak yakin lagi bahwa bangunan ini adalah rumah. Pintu dan jendela tertutup rapat seolah memberi isyarat agar jangan pern...
Sering kau kabarkan aku pada dunia, meski sebagian diriku kau nilai hina. Sembunyikan dalam gelap yang hanya berkawan dirimu saat sendiri. Tak jarang aku dibenci, saat aku membuka luka lama atau mengh...
Aku punya banyak ide yang jika dituliskan pasti menjadi empat judul novel. Tetapi aku berada dalam keadaan jika. Walau demikian, aku menancapkan keinginan untuk menabung niat. Sering aku nihil gagasan...
Rasa takut mencengkeram kuat bersama iringan golok sang petani. Kepasrahan timbul seiring ingatan pada takdir yang telah tertulis. Perjalanan hidup yang pendek dan sederhana. Tumbuh, berbuah, kemudian...
Ketakutan dan kegelisahanku berkumpul jadi satu ketika melihat perempuan itu. Aku sudah menjerit sekeras mungkin tapi tetap saja tak terdengar. Sepertinya hati perempuan itu sedang senang, terlihat da...
Jeritan ketakutanku yang yang tak pernah terdengar membuahkan kepasrahan. Sirna bersama ayunan golok perempuan cantik itu. Perjalananku telah sampai pada takdir yang tersurat, meja makan. Jika ada yan...
Aku menjerit ngeri dalam kebisuan. Perempuan itu kuat mengayunkan golok dengan senyum mengembang dan perasaan berbunga. Tubuhku bergelimang adonan putih berbau pandan. Aku diuleni, dibalut daun yang m...
Aku adalah Pejuang! Namaku Naya, siswa kelas 6 SD yang tinggal di salah satu pelosok negeri. Tepatnya di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Pagi ini, sama ...



