Toh Kuning tercenung mendengar ucapan Ki Arumpaka yang selangkah maju mendekatinya. Namun Toh Kuning masih tetap waspada. Pada saat itu ia mendengar suara Pamekas, ”Jangan hiraukan orang itu, Ki Lurah...
Tendangan memutar Toh Kuning yang menyambar dari samping telah memaksa Ki Arumpaka untuk surut selangkah, keadaan itu dapat digunakan Toh Kuning beringsut lebih dekat lalu mengayun keris sehingga mene...
Sang Maharani. Menyendiri untuk terakhir kali di rumah ini. Aku sedang dituntun oleh wibawa yang menggaung dalam jiwaku ketika ibu menyerukan namaku....
Bulan Telanjang. Namaku Dyah Murti. Aku akan mengulum puting susu ibuku untuk terakhir kali....
Ki Arumpaka yang tidak menduga arah gerak Toh Kuning lantas meloncat surut. Namun Toh Kuning terus mengejarnya dengan gerak langkah yang terukur yang seakan-akan menulis aksara di atas tanah. Ki Arump...
Tempaan keras keprajuritan menjadikan kemampuan pasukan khusus yang awal mulanya adalah orang pilihan dari perguruan kanuragan semakin meningkat kemampuannya. Seorang dari mereka setara dengan empat a...
Demikianlah ketika Toh Kuning telah menilai cukup untuk masa istirahat bagi pasukannya, ia kemudian menentukan waktu untuk menyerang kelompok Ki Arumpaka yang berada di pedukuhan. Sementara orang-oran...
Aku raih punggung tangan ibu, lalu keluar menemui utusan ayah. Seperti itulah sikapku setiap kali orang asing bermalam di rumahku. Mereka akan berkisah mengenai bukit-bukit di luar Kalingan. Mereka ak...
Rasa gatal semakin dalam memasuki tubuhku. Ia tidak lagi merambat permukaan kemaluan, tetapi menyusup ke bagian dalam. Di balik kulit perutku, di setiap pembuluh darahku, bahkan merayap hingga rongga ...

