Udara di lembah tak bernama itu telah mati, hanya menyisakan dingin yang menggigit tulang. Kabut lebih rapat dan menutup jarak pandang hingga kurang dari tujuh atau enam langkah saja. Tidak ada cahay...
Perkelahian Nyi Kirana memanjat lebih tinggi, tapi Ki Jaranggi tidak lagi dapat bersabar meladeninya. Karena itu, Ki Jaranggi tidak lagi menunggu benturan demi benturan untuk mengerahkan segenap ilmun...
Tumbangnya Ki Sambak Kaliangkrik Ki Sambak Kaliangkrik menarik napas pendek, mengatur ulang kuda-kuda. Waktu semakin menipis seiring dengan medan yang semakin sempit. Pedang Ki Lurah Plaosan kembali m...
Lima senapati pendamping yang membayangi pergerakan Raden Atmandaru akhirnya tiba di mulut lorong di batas belakang pelataran utara perkemahan. Tempat ini merupakan titik awal dari yang biasa disebut ...
Sementara itu, di bagian dalam perkemahan, Agung Sedayu mendapatkan perlawanan sengit dari Ki Sonokeling. Usia tidak menjadi batas yang berarti bagi kelincahan penasihat Raden Atmandaru tersebut. Keny...
Ulangan Karang Dawa Kekuatan dahsyat datang dari pihak Raden Atmandaru membuyarkan garis serang yang dipasang Glagah Putih. Sedikit terdesak, pasukan Menoreh menata ulang barisan sambil sekali-kali me...
Medan Timur Nyaris serentak! Benturan pecah di semua medan. Regu Ki Sambak Kaliangkrik berhamburan seperti genangan air yang terciprat tanpa bentuk dan rupa. Gelar dan gerak hampir menjadi ketiadaan. ...
Jalan Ular Sabuk Utara Jalan setapak itu tidak lagi menanjak lurus. Ia berbelok, melingkari punggung Gunung Kendil seperti goresan tipis yang dipahat pada tubuh gunung. Sukra berjalan paling depan. La...
Sabuk Utara Apakah waktu dapat disebut sebagai siang? Atau sore? Apakah puncak tebing dan lereng sedang mendekap cahaya matahari? Entahlah, ukuran waktu di sisi utara tidak pernah terasa b...








