“Aku telah mendengar sepak terjangmu, Ki Rangga. Kau sama sekali tidak mempunyai belas kasihan pada lawan-lawanmu. Kau dengan sekehendakmu sendiri memisahkan orang dari apa yang ia cintai dan ia milik...
Agung Sedayu mengerutkan kening. Perjalanannya ke Demak telah berlalu begitu lama dan lelaki di depannya masih mengingat dirinya dengan baik....
Bondan tidak menyahut. Ia sadar sepenuhnya bahwa orang yang sedang menyerangnya ini benar-benar ingin menghabisi dirinya. Dan jika melihat luka di dada Wiratama maka jelas terlihat kekuatan sesungguh...
Rasa marah yang melanda dirinya seperti menambah satu kekuatan bagi Wiratama oleh karena itu serangannya meningkat berlipat ganda. Tubuh yang telah mengalami luka seperti tidak menjadi penghalang, bah...
“Marilah kita pergi dari sini sebelum orang-orang menaruh kecurigaan,” kata Ki Wijil, kemudian ia melanjutkan, ”sebaiknya kita melihat-lihat tempat yang lain.” “Pasar,” Sayoga berkata. Nyi Wijil terse...
Ketiga orang itu berjalan dengan pandang menebar sejauh mata memandang. Tampak hamparan padi yang mulai berbulir kekuningan. Sementara sinar matahari masih di ambang batas cakrawala, butiran berkilaua...
“Dan kau ingin membalas dendam untuk kematian mereka bertiga?” “Bukankah itu wajar? Kalian orang-orang Menoreh, terutama engkau Agung Sedayu, telah mempermalukan perkumpulanku. Mereka bertiga adalah o...
Menuju Kotaraja Awan tipis berarak seperti kabut putih yang perlahan terhembus angin pegunungan. Matahari yang mulai menghangatkan tubuh pun perlahan menanjak langit. Jalan setapak di tepi Sungai Bran...
Pangeran Trenggana lantang berkata, "Demak telah kehilangan wibawa dan kedaulatannya saat banyak wilayah di daerah timur melepaskan diri....



