Ki Anjangsana merenung sejenak, lalu berkata, “Memang tidak mustahil bahwa ada sekelompok orang yang sedang mengintai dari tempat yang belum terjangkau kita, baik dari belakang atau atas tebing. Pengo...
Bayangan pohon tampak sedikit lebih panjang. Keadaan di dalam hutan berangsur menjadi suram dan gelap tapi orang yang tampak oleh Agung Sedayu itu belum bergerak lagi. Orang asing itu seperti sedang ...
Ada rasa tak percaya dalam diri Lembu Jati menyaksikan hasil akhir pekerjaan Arya Penangsang. “Sungguh, anak Surawiyata itu seperti jelmaan iblis yang berbuat tanpa dapat terlihat! Ilmu apakah yang di...
“Apa yang Nyai Wirasaba lakukan adalah sangat berbahaya. Bagaimana kalau aku tidak dapat memenangkan pertandingan ini? Barangkali Nyai Wirasaba pun akan menjadi santapan macan loreng itu,” kata Mahesa...
Pangeran Selarong merenung sejenak. Lorong-lorong di dalam pikirannya kemudian dipenuhi berbagai pertimbangan. Jika mereka membuka tenda di tempat yang sepertinya Panembahan Hanykrawati keberatan, itu...
Seruan Ki Baya Aji menyengat Ki Ental Sewu. “Bagaimana ia dapat mengetahui dan memastikannya?” tanya Ki Ental Sewu dengan penasaran berkecamuk dalam hati. Namun belum reda rasa itu, Ki Baya Aji menerj...
“Kita harus tetap bergerak menuju alas Krapyak,” kata Pangeran Selarong beberapa saat kemudian. “Jika kita kembali ke arah kotaraja, tentu semua orang akan beranggapan bahwa perjalanan ayahanda berakh...
“Keputusan itu adalah yang terbaik untuk Mataram,” sahut Ki Anjangsana. “Tetapi itu bukan kebenaran.” “Benar tapi tidak ada yang mengetahui kebenaran yang sejati. Kebenaran yang kita yakini berasal da...
Saat Agung Sedayu mengarahkan Kinasih mengenai semua yang harus dilakukan, Panembahan Hanykrawati tampak sibuk menata gelar pengawal-pengawal yang berada di dekatnya. Ketika jajaran pengawal sudah ses...



