Dalam waktu itu, Ki Tumenggung Wilaguna membayangkan suatu keadaan yang melegakan hatinya. Ia tidak menginginkan kekuasaan atau pengaruh lebih dari yang sekarang berada padanya, tetapi kepuasan ketika...
Pintu gerbang kota terlihat semakin dekat dan kegiatan di balik dinding kota telah terlihat. Pajang telah mengawali hari dengan cukup baik. Kedatangan mereka bertiga tidak menarik perhatian orang-oran...
“Adakah yang ingin kau katakan padaku?” bertanya Pangeran Selarong. Agung Sedayu mengangguk-angguk lalu menarik napas panjang. Tidak mudah baginya untuk mengatakan segala yang ia tahu sedangkan di sis...
Lelaki berpakaian hitam yang menolak mengenalkan diri – karena merasa harga dirinya lebih tinggi – ternyata tersengat geram ketika secara mengejutkan diladeni gadis yang terkesan tidak tahu kanu...
“Sebut nama agar mudah bagi orang yang akan mencari kuburanmu karena kami diperintahkan untuk menghukum mati setiap pemberontak!” perintah salah satu lurah Mataram. Orang berpakaian gelap hanya terkek...
Salah seorang anak buah Mpu Rawaja kemudian berjongkok lalu menggetarkan bibirnya menirukan suara burung gagak. Ia membuat nada yang hanya dapat dikenali oleh orang-orang Ki Juru Manyuran. Keadaan lal...
Kepercayaan diri dan keyakinan Ki Sindur Jombor, secara mantap, dapat membawa pertarungan setingkat lebih tinggi. Walau demikian, Ki Sindur Jombor juga kesulitan menjauhkan diri dari terkaman-terkama...
Namun kesadaran diri bahwa ilmunya belum teruji agar dianggap setara dengan Arya Penangsang ternyata belum menguasai perasaan Nyi Poh Gemrenggeng. Perempuan berusia lebih separuh baya itu seakan senga...
Benturan keras pun terjadi sangat cepat! Lebih keras daripada sebelum kedatangan orang ketiga. Lingkar perkelahian mereka kadang-kadang meluas, kadang pula menyempit. Mereka saling sambar dan menerjan...



