Gempita semangat para senopati kian menggelora. Kekuatan tekad mereka terlontar melalui ungkapan-ungkapan yang diucapkan. Tangan terkepal menggapai udara. Lantai dan dinding ruangan pun bergetar seaka...
Lantas Ki Tumenggung Kayumas pun memalingkan wajah, lekat menatap wajah tenang Mpu Badandan, kemudian katanya, ”Lalu apa yang akan kita tempuh, Mpu? Petugas sandi telah memberi laporan tentang keberan...
“Panarukan tidak akan menyambut kedatangan angkatan perang Demak Bintara. Kita tidak akan melalukan pertempuran di tengah laut,” tegas Mpu Badandan di dalam sebuah bangunan yang berada di sisi timur p...
Adipati Hadiwijaya tidak mengucap sepatah atau dua patah kata. Ia berkedudukan diam. Meski mem-punyai pendapat yang berbeda tetapi keputusan seorang pemimpin merupakan kewajiban yang harus ia tunaikan...
“Hamba, Kanjeng Ratu.” Adipati Hadiwjaya mengatur napas kemudian melanjutkan perkataannya, ”Sebuah ilmu yang saya pikir telah hilang, ternyata muncul lalu menebar akibat buruk bagi Pajang.” “Siapakah ...
Matahari menggatalkan kulit ketika mereka bertiga berjalan melintasi pintu gerbang. Penampilan Adipati Hadiwjaya yang tidak menunjukkan kedudukannya sebagai penguasa Pajang memang tidak dapat dikenali...
Tercekat hati Adipati Hadiwjaya mendengar ucapan yang terdengar seperti gelegar halilintar baginya. Sepanjang waktu dalam rentang beberapa musim yang bergiliran datang, sejumlah petugas sandi telah ia...
“Ambillah itu untukmu dan temanmu,” kata Adipati Arya Penangsang menanggapi prajurit dengan sikap lain, ”kami berdua akan mengambilnya apabila matahari telah berada di balik pohon.” Kemudian ia berpal...
” Aku akan menunggu dan berdiam diri. Mungkin itulah yang terbaik,” bisik Adipati Hadiwijaya dalam hati. Alis Adipati Arya Penangsang tertaut saat berpikir mengenai pertanyaan ayah dari Pangeran Benaw...

