“Tidak! Itu tidak boleh menimpa angger Adipati!” desis pemilik sepasang mata yang telah berjarak dua tombak dari lingkar pertarungan. “Aku akan menghadangnya, Ngger!” seru orang itu sambil melepas bel...
Pertarungan yang tidak seimbang dari segi jumlah pun terjadi. Kiai Rontek turut mengambil peran, ia tidak mengindahkan lagi tata krama dalam perkelahian. “Aku akan menyiapkan jalan pulang bagimu, Mas ...
Semua itu tidak luput dari pengamatan Mas Karebet. Hutan yang tak begitu rapat dengan pepohonan tumbuh tidak dalam jarak teratur menjadikan mereka leluasa mengembangkan ilmu masing-masing. Kepekatan m...
“Aku tak ingin menjadikanmu orang yang melampaui batas. Aku sekedar mengingatkan bahwa sekarang ini kau mendapat kesempatan untuk menjadi penguasa tahta Demak.” “Jadi, berita itu ternyata memang benar...
“Kau tidak akan dapat sampai di Demak, Mas Karebet!” Tajam suara itu menggores pendengaran Adipati Hadiwijaya yang sedang berpacu cepat di atas kuda. Sesaat ia terkejut mendengar suara yang disertai d...
Demikianlah pada malam itu mereka bertiga bermalam di padang terbuka dengan ditemani angin dingin yang turun dari dua puncak gunung yang mengapit mereka. Ketinggian ilmu Ki Buyut Mimbasara atau Ki Keb...
Belum mencapai setengah lingkaran harimau mengitari Pangeran Benawa, lalu tenaga mereka terkuras nyaris tidak tersisa. Lutut kanan Pangeran Benawa menyentuh tanah tak mampu lagi menyanggah berat tubuh...
Adalah Pangeran Benawa, yang tidak mengetahui kedatangan Ki Buyut, mengawali serangan dengan satu gebrakan hebat. Ia telah menghafal olah gerak harimau itu dalam waktu yang singkat, dan kini Pangeran...
“Kemarilah, kucing besar. Aku akan menjadi makananmu yang paling nikmat,” desis Pangeran Benawa yang tiba-tiba muncul keingingan dalam hatinya untuk meniru gerak binatang buas yang menjadi lawannya. M...

