Arum Sari memalingkan muka dengan wajah memancarkan kemarahan dan kebencian tiada tara. “Engkau tak perlu mengingkari kenyataan bahwa kita pernah berbagi rasa. Dan engkau juga tahu jika aku telah meny...
Matahari bergerak di antara kesenyapan dan perlahan membenamkan diri di balik garis semesta. Awan berpendar merah mengiringi kepergiannya yang akan kembali esok hari. Hari beranjak gelap saat mereka t...
“Menyeberang ke Songenep itu lebih mungkin dan masuk akal, Paman. Dibandingkan kembali ke Wringin Anom, bukan begitu Paman?” “Aku tidak dapat membuat dugaan semacam itu atau lainnya. Segala sesuatu bi...
“Sangat halus,” desah Ubandhana tepat di telinga Arum Sari. Bergolak hasrat Ubandhana seperti gelombang air pasang. Darahnya mengalir cepat, napasnya berpacu, jemari dan ototnya meregang kuat. Tiba-ti...
Ubandhana bergeser mendekat, lalu bertanya, “Apakah engkau menginginkan seperti ini?” Ubandhana melakukan gerakan seolah-olah akan membuka bajunya. “Pergi! Pergilah dari hadapanku!” teriak Arum Sari k...
Kedua peristiwa yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan, meski tidak mempunyai kaitan, akhirnya justru memberi kesulitan pada Ubandhana yang sudah cukup jauh meninggalkan Wringin Anom. Lolosnya seor...
Maka pertemuan pun dibubarkan. Ki Demang segera pergi ke ruang belakang menemui istrinya. Saat itu Nyi Demang masih berisak lirih dengan beberapa orang perempuan yang menungguinya. Ketika dilihatnya K...
Penculikan Demikianlah yang terjadi di pusat kotaraja ketika Laksa Jaya sedang menemui Ki Cendhala Geni di balairung keraton Kahuripan. Laksa Jaya telah mengutarakan semua rincian rencana di depan Ki ...
“Usia anak muda yang bernama Bondan mungkin tidak terpaut jauh denganku. Tetapi siapakah ia? Sementara paman Nambi seperti sudah mengenalnya.” Sri Jayanegara masih bertanya-tanya dalam hatinya. Pada s...

