mengulang pesan yang sama dengan kalimat yang berbeda pada setiap perayaan bulan penuh di tahun genap....
Dyah Murti adalah nama pemberian kakekku. Sekali waktu beliau mengisahkan bahwa ayahku, Rakai Panangkaran, menunggu kelahiranku sepanjang malam. Kemudian, menurut penuturan kakek, ayahku kembali ke ib...
Di dalam kamar mandi, aku lucuti satu per satu bajuku yang basah. Sambil menyelupkan tangan ke dalam bak, aku ingin tahu ukuran dinginnya. ‘Dingin, sedingin es batu.’ Aku membatalkan niat untuk mandi....
Aku tersentak. Tidak menyangka bahwa jawaban itu yang akan keluar dari mulut bapak. Aku? Pemilik sah keris itu? Tapi untuk apa? Seumur hidup aku tidak pernah membayangkan kalau aku akan memiliki keris...
Derai hujan masih belum juga berhenti. Deras bagai ditumpahkan dari langit. Aku berlari pulang menerobos deras hujan karena perutku sudah perih kelaparan. Suara kecipak air terbelah jejakku menghambur...
Aku sebatang pohon akasia yang tumbuh di oro-oro. Hamparan rumput luas yang terletak di pinggir desa Wonoanti. Usiaku sudah melewati dua ribu putaran hari. Batangku kokoh di bawah tempa hujan dan mata...
“Kumpulkan juga polongnya, Ani!” Suara bapak terngiang di udara. Bayangan diriku dengan rambut kuncir kuda, bergegas mengumpulkan polong seperti perintah bapak. Aku melihat bayangan diriku...
Sebentar aku menyesal. Rasa sesal inilah yang paling kuat menegurku untuk pulang. Bahwa aku telah abai dan tidak mengindahkan pesan bapak sebelum ini. Memang, tidak ada permintaan pulang seperti kemar...
Dan sampai malam ini, aku belum mengerti arti ucapanmu, Bapak! “Lakukan saja, suatu saat nanti kau akan mengerti.” Jawaban yang sudah aku dengar berulangkali. Menjadi alasan kuat agar aku ...





