Aku berdiri menatap kerlip lampu jalanan. Bau anyir besi karatan menyeruak dari teralis kusam. Hatiku tidak di sini. Rindu telah membawanya pergi sejak siang tadi. Pada wajah desaku yang lugu. Pada se...
Tobil beralih tempat. Ia bersandar pada sebatang pohon mangga, dengan bibir bergetar kemudian ia berkata, “Peristiwa yang dilewati oleh Pandawa adalah buah dari cinta. Mungkin engkau bakal tertawa. Mu...
Matahari telah mendahului bayang-bayang ataukah aku salah memandang? Entahlah. Bahkan ketika aku tengadah wajah, matahari bahkan tidak berkisar sejengkal pun. Mungkin aku telah gila karena banyak mend...
Aku mengayun rindu ketika melihat lentik jemarimu. Terlukis dua atau tiga angsa di bawah tirai pipimu. Aku berkata padamu, “Jangan engkau tinggalkan sepi. Kesunyian bukanlah suara hati.” Sekali, dua k...
Aku tersungkur, terpuruk dan tiada mampu angkat kepala. Terasa jauh, sebuah fatamorgana terhampar sejauh pandang. Palsu. Dalam angan aku peluk mimpi meraihnya adalah semu. Jejak kaki terhapus, gontai ...
Gelayut Aku mengayun rindu ketika melihat lentik jemarimu. Terlukis dua atau tiga angsa di bawah tirai pipimu. Aku berkata padamu, “Jangan engkau tinggalkan sepi. Kesunyian bukanlah suara hati.&...
Bagaimana keadaanmu? Baik. Penamu? Baik. Rasamu? Baik. Siapakah aku? Tidak tahu. Mereka berbeda pendapat mengenai diriku. Yang bertanya tidak lebih baik dari yang di depannya. Mereka mendengar kata &#...
Mempertaruhkan hal berharga dalam judi adalah kepuasan. Kekalahan lawan merupakan harap yang tak pernah pudar. Pada sosok jelita, bermata indah itu aku telah pasungkan jiwa, mencintai milik orang lain...
Sebagai bagian usaha memajukan budaya baca tulis, Kepak Sayap Angsa mengadakan kegiatan bersifat terbuka. Menulis sebuah prosa liris berbahan latar cinta tak dipandang mata. Penting : Naskah tidak men...


