“Apakah kau melihat Ken Arok?” Ki Branjangan Putih bertanya. “Tidak,” singkat petugas penghubung itu menjawab. Maka dengan jawaban yang sebenarnya tidak diharapkan olehnya, Ki Branjangan Putih memutus...
“Senjata dengan ciri yang sama telah melukai seorang pangeran,” desis Gubah Baleman. Ia mengangkat tinggi anak panah itu lalu berseru lantang, ”Aku perintahkan kalian untuk menyerah! Anak panah sejeni...
Kini ia melihat tubuh Begawan Bidaran melayang perlahan sejengkal demi sejengkal. Tiba-tiba suara menggelegar terdengar dan menghantam dada Toh Kuning hingga ia terjengkang. Suara itu mengandung kekua...
Udara di dalam ruangan kemudian berputar-putar seperti angin beliung dan menimbulkan suara menderu-deru. Toh Kuning kemudian mendengar pintu depan tiba-tiba tertutup rapat....
“Sebuah keinginan yang tidak sepatutnya ada dalam diri seorang raja,” kata Begawan Bidaran lirih. “Kami tidak dapat mencegahnya, Begawan. Yang dapat kami lakukan hanyalah menghambat keinginan beliau, ...
Toh Kuning mengangguk dan ia dapat menerima penjelasan gurunya yang ternyata memang sengaja menyembunyikan keadaan Ken Arok. Meski ia belum mampu meredakan guncangan perasaan tetapi Toh Kuning memaksa...
Pada saat itu, Toh Kuning telah mencapai batas tertinggi tenaga intinya tetapi ia tidak mampu melepaskan diri dari kekuatan Begawan Bidaran. Begawan Bidaran kemudian berkata, ”Aku tidak akan membiarka...
“Saya mohon ampun, Guru,” desah pelan Toh Kuning dengan rasa sesal. “Tidak ada yang perlu dimaafkan, Ngger!” ucapan Begawan Bidaran ini mengejutkan perasaan Toh Kuning. Kemudian kata Begawan Bidaran s...
Aku berada di belakang Ken Arok ketika ia melepaskan burung sebagai tanda rombongan Angger Mahendra telah melewati batas Alas Kawitan.”...

