Ia menatap tajam Toh Kuning yang masih berbaring namun telapak tangannya mengembang dan bergetar menghimpun tenaga inti. Tahulah ia bahwa Toh Kuning mencoba menjebaknya dengan sikap tidak berdaya....
Setelah itu, serangan Toh Kuning dibalasnya dengan sebuah gerakan berbahaya. Mahesa Wunelang...
Tombak pendek Mahendra nyaris terlepas dari genggaman, tangannya tergetar hebat dan terasa hingga pangkal lengan....
“Dengan senang hati aku katakan padamu, Orang Tua. Aku akan menyongsong kematianku dengan rasa bangga dan penuh kehormatan. Pada siang ini aku akan mati dengan kebahagiaan sepasang pengantin baru! Dan...
"Engkau adalah saksi hidup keberanian kami,” ucap Ken Arok dengan bibir bergetar....
Ken Banawa sedikit berlega hati karena orang yang cukup mengkhawatirkan itu kini telah tak berdaya. Ia tegak berdiri beberapa langkah dari lingkar perkelahian Bondan. Meskipun begitu ada sedikit rasa ...
“Anak ini telah putus asa! Kekuatannya mulai berkurang, dan ia justru semakin menguras tenaga dengan menambah kecepatan. Ia tidak lagi dapat menguasai jiwanya dan mengabaikan keseimbangan!” Ken Banawa...
Sesekali mereka mengepung rapat Ki Ranu Welang namun kemudian mereka meninggalkan seolah memberi jalan untuk bebas. Lalu ketika Ki Ranu Welang akan bergerak melakukan serangan, tiba-tiba mereka kemba...
Mahendra bertepuk tangan. “Kau bernyali besar. Namun kau sedang berhadapan dengan Mahendra, saudara angkat Mahesa Wunelang pemimpin prajurit Kediri yang sangat ditakuti oleh orang-orang sepertimu,” ka...

