Ki Jayapawira melihat perlawanan yang dilakukan oleh Pragola, kemudian ia bergeser cepat disertai beberapa prajurit pilihan untuk mendekati Pragola. Pasukan Ki Jayapawira semakin maju dan...
Pengintai itu adalah Simbara yang mengambil jalan memutar. Simbara tidak ingin para pengawal kademangan mempunyai pikiran bahwa ia tengah membayangi Bunija beserta tiga orang lainnya....
Para pengawal yang berada di banjar kebanyakan adalah anak-anak muda yang berusia tidak terpaut jauh dari Simbara atau Sayoga. Maka mendengar perkataan Simbara yang mengejutkan,...
“Apakah Ki Rangga berada di sini? segera Bunija bertanya balik “Tidak. Ki Rangga sedang menunggu persalinan Nyi Mirah.” “Kalian, ada berapa orang?” Pengawal yang bertugas...
Ki Jayapawira ingin memengaruhi pertempuran secara menyeluruh. Kemenangan yang diraihnya akan menghempaskan semangat lawan-lawannya. Pasukan yang dipimpinnya semakin bersemangat mendesak lawan-lawannya. Ubandhana yang mendampingi Pragola...
“Jadi, aku ingin engkau menetapkan hati dan landasan yang sangat kuar. Perang tidak sekadar berlari dan berkelahi, bukan hanya kemenangan dan kekalahan. Namun juga ada...
“Perang adalah cara meraih kemenangan, tetapi tidak selalu harus disertai kekerasan. Tipu daya mempnyai banyak ragam dalam sebuah peperangan. Termasuk yang kita hadapi sekarang,” lanjut...
“Engkau sudah selesai?” Agung Sedayu bertanya tanpa memandang wajah Sukra. “Sudah, Ki Lurah.” “Seharusnya engkau memberitahu lalu membiarkanku datang melihatnya.” Suara Agung Sedayu terdengar begitu...
“Anakku, hari ini kita akan segera menemui akhir dari perjalanan masing-masing,” kata Ki Wisanggeni setelah menghadapi anak kandungnya. “Tidak, Ayah. Sebaiknya Ayah segera kembali ke...
“Ki Sanak, pergilah. Aku sedang tak ingin bicara dengan satu orang pun.” “Sukra, aku akan pergi bila telah mendapatkan janji darimu.” “Siapakah engkau, Ki Sanak?...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.