Menemani sepanjang hari. Sejak seorang manusia mengenal dunia. Tangis pertama, bahkan kotoran pertama yang ia keluarkan. Aku menemani, meski dirinya sendiri tak pernah tahu. Aku, kenangan yang menceta...
Setiap pagi tiba, sederet jadwal rutin menanti. Memandikan si bocah, menyiapkan sarapan, lalu mengantarnya sekolah. Tiga pekerjaan sekaligus aku lakukan, menjadi perawat, tukang masak, dan sopir. Luar...
“Lyyyyy, lama banget, sih, ngapain aja coba dari tadi di depan laptop, enggak selesai-selesai? Cuma bikin caption buat dagangan aja galaunya ngalahin Presiden mikirin negara, cuuuzzzz!” Om...
Kenangan adalah cetakan roti. Mata terbelalak, jidat mengkerut, bibir monyong lima senti. Dalam hati terbetik tanya, “Kamsud loe?” Otakku munyer seser. Jika kenangan adalah cetakan roti, m...
Sesuatu yang istimewa terjadi siang itu. Di bawah mendung yang menggantung, Rendra menatapku dengan pandangan yang tidak biasa. “Senggani,” panggilnya lirih membelai telinga. “Maafka...
”Ki Banyak Abang,” ulang Bhre Pajang lalu bangkit, berjalan maju setapak demi setapak, dengan tombak terjulur ke arah leher senapatinya, kemudian katanya, ”bukan kau pernah berjanji rela mati jika aku...
Terdiam Nyi Humalang mendengar pertanyaan suaminya. Walau mempunyai perkiraan sendiri namun ia tidak ingin menjadi penyebab keguncangan dalam hati suaminya. Nyi Humalang mengerti bahwa keadaan Pajang ...
Datanglah waktu yang dimaksudkan Mpu Pali. Datanglah ia padaku yang sedang berjibaku mempertahankan liang sempit dengan tubuh membeku. Ayahku adalah seorang penguasa, seorang ratu tetapi ia tidak akan...
Bhatara Pajang merasa tidak lagi perlu menambahkan atau mengungkapkan pikirannya, lalu katanya pada pelayan, ”Baiklah, sampaikan kepada Ki Nagapati bahwa aku akan menemuinya menjelang tengah malam nan...




