Padepokan Witasem
kepak sayap angsa, padepokan witasem, prosa liris
Kepak Sayap Angsa

Cuzzz, Nyebelin!

“Lyyyyy, lama banget, sih, ngapain aja coba dari tadi di depan laptop, enggak selesai-selesai? Cuma bikin caption buat dagangan aja galaunya ngalahin Presiden mikirin negara, cuuuzzzz!”

Omelan panjang Ibu semakin memacu jantungku, mengacaukan fokusku, dan ide dalam kepala pun ambyar. Huh, aku begini kan karena Ibu juga. Siapa suruh waktu mengandungku dulu jadi budak galau, jadinya kebawa ke aku ‘kan, iiiih nyebelin!

“Apa lihat-lihat?” hardik Ibu begitu melihat bibir monyong dan lirikanku padanya. Aku pun melengos dan mencoba menjauh ke arah dapur. Beralibi mengisi perut, demi menghindari amarahnya berlanjut.

Seperti manisnya roti buatan kita, meski beberapa pinggirannya masih tertinggal pada cetakan akibat adonan yang tak sempurna. Namun, engkau tetap yang terindah dan selalu ada untukku, Ibu.

 

#sebagai pemenuhan tugas mengenal tulisan elek

Related posts

Urung

Yekti Sulistyorini

Tenggelam

kibanjarasman

Sobekan Roti Perawan

kibanjarasman

Sepenggal Kisah Tentang Kita

kibanjarasman

Leave a Comment