Padepokan Witasem
kepak sayap angsa, padepokan witasem, prosa liris
Kepak Sayap Angsa

Sobekan Roti Perawan

Menemani sepanjang hari. Sejak seorang manusia mengenal dunia. Tangis pertama, bahkan kotoran pertama yang ia keluarkan. Aku menemani, meski dirinya sendiri tak pernah tahu.

Aku, kenangan yang mencetak manusia menjadi dirinya sekarang.

Aku, sebuah cetakan roti yang membentuk manusia menjadi dirinya sendiri.

Jadi, kau ingin dicetak menjadi roti apa?

Roti tawar?
Roti sobek?
Roti manis?
Roti isi daging atau roti isi coklat?

Tentukan pilihan kalian, dan segeralah bertindak! Karena aku adalah kenangan. Akulah sang pencetak roti. Mencetak kalian!

Maka gunakan waktumu sebaik-baiknya. Gunakan diriku dan manfaatkan aku untuk membuat dirimu menjadi roti seperti yang kau mau. Aku akan selalu mendampingi.

Meski hari-harimu lelah,
Meski wajahmu bersimbah airmata,

Atau senyummu bungah,

Aku selalu di sini, bersamamu.

Mendampingi.

Ketika kau sudah duduk tenang di ujung penantian, lihatlah aku kembali. Tersenyum dan berbahagialah, sebab kau tak pernah sendiri.

Aku, kenangan. Mozaik gambar dan perasaan. Menyatukan tepung, gula, telur, dan garam dalam satu wadah bernama kehidupan.

#sebagai tugas mengenal tulisan elek
#judul adalah permainan kata-kata

Related posts

Urung

Yekti Sulistyorini

Tenggelam

kibanjarasman

Sepenggal Kisah Tentang Kita

kibanjarasman

Seorang Pelacur

kibanjarasman

Leave a Comment