Padepokan Witasem

Tag : sastra

Bab 2 Wajah Kabut

Wajah Kabut 8

kibanjarasman
Rok sebatas lutut yang dikenakan memperlihatkan sepasang betis seputih bengkuang. Menatapnya, membuat anganku  menjadi liar. Sepatu hitam berpita melindungi telapak kakinya dari cabikan kerikil nakal...
Bab 3 Pendadaran

Pendadaran 3

kibanjarasman
“Perhatikanlah tata cara mereka bertempur dalam latihan. Kadang mereka terbagi dalam kelompok-kelompok kecil, tetapi aku pernah melihat mereka berlatih dalam jumlah besar. Mereka tergabung dalam...
Bab 3 Pendadaran

Pendadaran 2

kibanjarasman
Mereka telah mendengar sebuah candi yang berada di sekitar Merapi. Atas pendapat umum yang menyatakan ‘jika engkau melihat candi, maka hampir dapat dipastikan : ada...
Bab 3 Pendadaran

Pendadaran 1

kibanjarasman
Sehingga kebanyakan dari mereka memilih sasaran di jalur yang menghubungkan wilayah barat Merbabu hingga sisi timur kota Pajang. Ruas itu telah lama menjadi jalur perdagangan...
Bab 2 Penolakan di Kaki Merbabu

Penolakan di Kaki Merbabu 13

kibanjarasman
Meski demikian, dalam kesederhanaan itu, mereka berusaha menjalin hubungan dengan laskar Pajang dengan memberikan pelatihan kanuragan. Hal itu memang diharapkan oleh Resi Gajahyana,...
Bab 2 Penolakan di Kaki Merbabu

Penolakan di Kaki Merbabu 13

kibanjarasman
Penolakan - Dalam waktu yang berdekatan, Chow Ong Oey yang mendengar suitan Toa Sien Ting pun menggandakan tekanan. Ia berpacu dengan waktu karena pasukan berkuda...
Bab 2 Penolakan di Kaki Merbabu

Penolakan di Kaki Merbabu 11

kibanjarasman
Perwira  Zhe sudah memperhitungkan serangan balasan ini maka ia dengan cekatan melontarkan tubuhnya ke belakang....
Bab 2 Penolakan di Kaki Merbabu

Penolakan di Kaki Merbabu 10

kibanjarasman
Kao Sie Liong masih belum mengerti watak Toa Sien Ting. Ia berpikir bahwa memang seperti itulah kebanyakan sifat manusia. Selalu menganggap dirinya adalah wakil dari...
Bab 2 Penolakan di Kaki Merbabu

Penolakan di Kaki Merbabu 9

kibanjarasman
Kemudian Kao Sie Liong menutup ucapan lawan bicaranya. ‘Menteri Muda, berhentilah. Jangan teruskan untuk berbicara. Tubuh Anda akan menjadi semakin lemah.’ Kemudian ia memerintahkan seorang...