Dak duk dak duk, klontang klontang! Dadaku terasa sakit menerima tendangan berulang-ulang. Belum lagi suara bising kaleng yang jatuh bergantian, membuat kotoran di telingaku berlompat-lompatan. Rasany...
Nasib Sroooot! “Cih, kemproh nemen!” Aku ingin katakan itu dengan lantang pada orang yang membuang ingusnya di tubuhku. Jujur, aku tak pernah tulus jika tubuh ternoda. Aku selalu terjaga dari de...
Bila kelak aku nggebros, maka … inilah akhir cerita. Tersebutlah sebuah kisah di jaman susah lagi paceklik. Di sebuah pondok di tepian Kali Bengawan, gerah yang mengepung membuat tekanan darah l...
Senja telah merekah. Matahari menuju peraduan, merah saga menghiasi dan membuai setiap insan yang menikmati. Senja ini adalah milik mereka, empat orang sahabat yang mencoba hidup di alam bebas meski h...
Sejenak mereka berdiam diri dalam angan masing-masing, kemudian seorang yang bertubuh agak gemuk memasuki ruangan. Sambil membungkuk hormat, katanya, ”Ki Tumenggung Nagapati, saya belum mendapatkan ke...
Menjapoe Boemi Angin berhemboes, menjapakoe Waktoenja tiba, anak moeda Akoe merindoekan itoe indonesia merdeka Oedara sedjoek menjapoe boemi Bertepoek aloe merengkoeh kalboe Dirgahajoe Indonesiakoe Me...
Ketika penaku tumpul Tak selarik kalimat aku tuliskan Pun sebuah kata untuk mengungkap Ketika penaku tumpul Bayangan pria berblangkon menari lunjak-lunjak Bahkan sesekali ece-ece Tapi ajining d...
Urung Aku terduduk lesu di sudut ruang. Tampaknya usahaku kali ini akan menemui kegagalan. Hari ini gadis berkulit coklat itu akan mengikuti vaksinasi di puskesmas tak jauh dari sini. Dia telah memant...
Cahaya bulan memantul keemasan dari balik riak sungai. Gelombang kecil yang tercipta dari langkah kaki para gadis, menari-nari di sela jari kakiku. Langkahku terhenti. Dingin menembus hingga ke tulang...





