Dilihat 74 kali
Fajar baru saja menyentuh lereng Gunung Semar ketika harapan terakhir dibawa ke padepokan Mpu Gandamanik. Di tempat sunyi yang mengawasi aliran Sungai Brantas itu, seorang tabib sekaligus pendekar tua mulai berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Bondan, pemuda yang tubuhnya remuk setelah berhadapan dengan lawan yang berada jauh di atas kemampuannya.
Selama hari-hari yang panjang, Gumilang tidak pernah meninggalkan saudaranya. Ia menyusuri hutan mencari akar dan dedaunan obat, membantu meracik ramuan, serta mengikuti setiap petunjuk Mpu Gandamanik demi mengembalikan kehidupan pada tubuh Bondan. Kesetiaan dan pengorbanannya menjadi penyangga harapan di tengah ketidakpastian.
Sementara itu, Ken Banawa merenungkan pertempuran yang baru berlalu. Di balik keberanian yang nyaris tanpa perhitungan, ia melihat tekad Bondan yang telah mengubah jalannya peristiwa di Sumur Welut. Pengorbanan seorang pemuda ternyata mampu memberi kesempatan hidup bagi banyak prajurit Majapahit.
Di tengah proses penyembuhan, Mpu Gandamanik menanamkan pelajaran yang jauh lebih berharga daripada sekadar ilmu kanuragan. Bahwa kemenangan sejati tidak lahir dari amarah atau balas dendam, melainkan dari hati yang sanggup menaklukkan dirinya sendiri. Sebuah wejangan yang kelak akan menentukan arah perjalanan Bondan menghadapi ujian-ujian yang lebih besar.
