Dilihat 134 kali
Ketenangan Sumur Welut terusik oleh gelombang perampokan yang kian berani dan terorganisir. Ki Lurah Guritna, perwira Majapahit yang bertugas di wilayah itu, mulai mencurigai bahwa para penyamun ini bukan gerombolan sembarangan — mereka bergerak seperti prajurit terlatih, bahkan berani beraksi di siang bolong di hadapan peronda.
Rahayu
Kerelaan Anda memberikan kontribusi dengan cara membeli salah satu atau seluruh karya kami berarti turut menjaga keberlangsungan blog ini tetap dapat diakses secara gratis. Langit Hitam Majapahit, 75 ribu (pdf). Versi cetak pre order 120 ribu.
Beriringan dengan itu, bagi sedulur yang membutuhkan file kemasan PDF Kitab Kyai Gringsing 1-5 agar lebih nyaman dibaca secara offline, silakan langsung menghubungi Padepokan Witasem melalui WhatsApp di [SINI].
Matur nuwun
Di Trowulan, keresahan serupa bergolak di kalangan petinggi kerajaan. Mpu Nambi menunjuk Ken Banawa untuk memimpin satuan khusus membereskan kekacauan itu secara diam-diam atas perintah rahasia Sri Jayanegara. Sementara di balik tembok istana, percakapan antara raja muda dan Dyah Balayudha menyimpan ketegangan tersendiri — pujian yang dilontarkan sang pejabat menyembunyikan amarah dan ambisi yang membara di balik senyum hormat.
Ken Banawa tidak bekerja sendiri. Ia telah lebih dulu mengutus Bondan — keponakan Nyi Retna, murid Resi Gajahyana — sebagai mata dan telinga di lapangan. Bersama Ra Caksana, Ken Banawa menyusun rencana penyergapan mendadak, memutuskan berangkat tengah malam untuk menghindari kebocoran informasi yang selama ini selalu menggagalkan operasi mereka.

