Arya Penangsang datang ke padepokan Ki Buyut Mimbasara bukan sekadar untuk berpamit kembali ke Jipang. Di balik percakapan yang tenang, tersimpan kegelisahan tentang rencana besar Demak dan bayang-bay...
Demak sedang berada di puncak kekuasaan, tetapi kemenangan ternyata tidak selalu melahirkan ketenangan. Di balik keberhasilan menundukkan wilayah-wilayah timur, Raden Trenggana mulai melihat sesuatu y...
Demak sedang berada di puncak kejayaan, tapi di balik kemegahan itu, bara penentangan terjaga diam-diam. Para tumenggung tua, adipati wilayah timur, dan bangsawan pewaris Majapahit ternyata menyimpan ...
Di tengah meredupnya cahaya Kesultanan Demak setelah wafatnya Raden Patah, bara perebutan takhta mulai menyala di antara para bangsawan dan adipati. Sebagian kalangan menilai bahwa Arya Penangsang ada...
“Apakah itu belum terlambat? Beberapa nama sudah dimunculkan, bahkan sejak hari pertama keberangkatan Paman Trenggana. Kurang ajar, hanya itu yang dapat muncul dalam pikiran ketika mendengar kabar itu...
Malam semakin suram dan kelam, tiba-tiba dengan mengejutkan dengan wajah duka, Pangeran Benawa bertanya pada Arya Penangsang, “Paman, apakah benar Eyang Kakung seda ing palagan?” Udara di ruangan itu ...
Derap langkah Arya Penangsang teredam oleh hiruk pikuk halaman luar istana. Dia tidak tergesa, setiap tapak kakinya terukur menyatu dengan denyut kota yang tak lagi asing. Perasaan Adipati Jipang itu ...
Nyi Poh Gemrenggeng terpana! Dia sama sekali tidak menduga bahwa Arya Penangsang dapat mengakhiri perlawanan Lembu Jati lebih cepat dari dugaannya. Perempuan itu sempat berpikir bahwa Lembu Jati belum...
“Baiklah, jika demikian, tidak akan ada keberatan di antara kita berdua,” tegas lurah prajurit seraya menerima dua senjata dari tangan Ki Tumenggung Suradilaga. Selang beberapa lama, prajurit jaga men...







