“Kemarilah, kucing besar. Aku akan menjadi makananmu yang paling nikmat,” desis Pangeran Benawa yang tiba-tiba muncul keingingan dalam hatinya untuk meniru gerak binatang buas yang menjadi lawannya. M...
Dalam keadaan yang demikian, Pangeran Benawa tidak menyadari bahwa sepasang mata yang telah mengintainya untuk sekian lama perlahan berjalan mengendap tanpa suara. Rimbun dedaunan perdu telah melindun...
“ Ki Jenar, kau dapat tinggal di padepokan selagi aku belum membawa Pangeran Benawa kembali ke Pajang. Kau dapat katakan itu pada Kanjeng Adipati bila ia datang mendahuluiku,” kata Ki Buyut lalu sekej...
“Kau membuatku kagum dan bangga, Ki Jenar,” kata Ki Buyut. Ki Jenar menundukkan wajah kemudian mengucap, ”Pemberian Ki Buyut adalah kepercayaan. Saya tidak pernah menganggap sepasang ekor kuda itu ada...
“Luar biasa!” bisik hati Pangeran Parikesit, ”sepanjang pengetahuanku Mas Karebet tidak mempunyai ilmu ini....
Gelombang udara panas menyambar ratusan prajurit yang telah bergirang hati karena mengira dapat membunuh pelayan kesayangan Prabu Brawijaya. Angin panas yang ditimbulkan seribu kali lebih kuat dari ud...
Tiba-tiba suara Batara Keling terdengar membelah malam. Namun ia kemudian mengalami kesakitan luar biasa tatkala mencoba membangkitkan tenaga inti lalu merambatkan melalui suara untuk menyerang Panger...
Pangeran Parikesit bergerak maju dan satu kibasan tangan telah melempar Batara Keling ke tempat yang berdekatan dengan Rambesaji. Lelaki yang berjalan dengan setengah membungkuk itu sama sekali tidak ...
Langkah Pangeran Parikesit terhenti saat mendengar teriakan kasar Rambesaji, ia berpaling lalu menatap wajah Rambesaji sejenak. Sang pangeran hanya melepaskan senyum kecil padanya, namun bagi Rambesa...

