Padepokan Witasem
Prosa Liris

Liris : Rahasia Besar Jack Sparrow

Dia menatap hamparan laut luas. Sejauh mata memandang hanya laut dan langit yang terlihat. Tapi tidak baginya. Pada pasir pantai, karang, ombak, dan camar dia berkata, “Sejatinya yang tampak bukanlah yang terlihat, namun selalu ada yang tersembunyi di balik itu semua yang hanya dapat kita temukan dengan rasa cinta.”

Namanya Joko Suparwo, nelayan miskin dari pesisir selatan. Bujang lapuk yang seringkali dianggap edan! Di usia akhir tiga puluhan, tidak satupun perempuan sudi berdekatan. Begitu pun pujaan hatinya, Lina Sabariyyatun Jemuapon. Dia selalu sibuk menggoreng ote-ote dan mengaduk madumongso. Tidak sekalipun melirik padanya yang datang dengan penuh semangat juang.

Jika dia ingin menatap wajah Lina yang ayu, eseme yang pahit madu, maka berbagai alasan harus dia persiapkan. Kalau nasib baik sedang berpihak, maka Lina akan melempar senyum padanya sambil mengulurkan seplastik ote-ote yang dia pesan. Namun, nasib baik itu biasanya hanya datang tak lebih dari hitungan jari dalam kurun waktu satu bulan. Seringkali perempuan sabar berbokong lebar itu hanya mengulurkan pesanannya tanpa membalikkan badan.

“Iki duwite, Lin.” Bujang lapuk itu masih ngeyel berharap agar sang pujaan menoleh, sekadar memuaskan rindu yang mencengkeram kalbu. Tetapi jangankan melirik, tidak dilempar suthil pun sudah merupakan nasib baik untuknya.

“Gletakno kono wae, Jok. Gek ndang lunga kana, aja ganggu wong nyambut gawe!” jawabnya sungguh di luar harapan. Terlihat Joko langsung kluntrung-kluntrung pergi. Melangkah lunglai, loyo persis Arjuna ilang gapite.

Di balik seluruh kemalangan yang mengakrabi hidupnya, ada satu hal yang selalu dia banggakan. Terkait dengan nama pemberian Bapak, Joko Suparwo. Nama yang dia yakini terinspirasi dari tokoh bajak laut yang sangat terkenal dan ditakuti. Keberhasilannya membalik nasib dengan jalan merompak membuat mulut Joko yang ndower tambah ndlewer. Kepiawaiannya memimpin pasukan, mengatur siasat, dan membakar semangat membuat jiwa nelayan yang bersemayam di hatinya bergetar hebat.

“The seas may be rough, but I am the Captain. No matter how difficult, I always prevail!” Kata-kata yang meluncur tegas dari bibir Jack Sparrow senantiasa membakar semangat.

Semangat untuk berjuang menaklukkan ombak pantai selatan dan semangat memenangkan hati sang wanita pujaan.

Pada angin pesisir yang berhembus kencang, bulat tekad dia kabarkan.

“Lina, kau boleh seribu kali menolak! Lautan boleh menghadang langkahku dengan terjangan ombak! Namun aku pastikan, perahu cintamu akan segera berlayar dalam keluasan samudera hatiku!”

***

Sudah seminggu Joko tidak melaut. Ombak besar memaksanya tetap tinggal. Dia merasa tidak punya pilihan, walaupun itu berarti dia harus menahan rindu pada wanita pujaan. Kesehariannya hanya lontang-lantung tanpa juntrungan. Omelan Emak menjadi sarapan, makan siang, dan makan malam.

“Ko, Joko!” Dia tidak menyahuti panggilan Emak. Mukanya cemberut, omelan Emak tadi pagi masih menyisakan luka di hati.

“Tidak ada orang yang suka dibanding-bandingkan, Mak. Termasuk anakmu yang ganteng ini. Mungkin Kardi, Jono, atau siapapun memiliki nasib lebih baik, tapi bukan berarti Emak boleh tidak mensyukuri keberadaanku.” gerutunya dalam hati.

Nelangsa akibat sikap dingin Lina terasa semakin perih karena segenggam garam ditabur dari lidah Emak.

“Emak ora arep mbanding-mbandingne kowe maneh, Ko, nanging ana syarate.” Emak menghenyakkan pantat di sampingnya.

“Emak pingin gendong putu, Ko. Gek ndang rabio to, Le. Sopo wong wedok sing kok karepne, Emak sing bakal nglamar kanggo kowe.”

Rasanya ingin langsung berteriak menyebut nama dambaan hati siang dan malam. Tetapi nyalinya langsung mengkeret, mengingat paras ayu yang selalu memasang sikap masam. Jangankan cinta, lha wong nglirik wajahnya saja terasa begitu berat.

Oh Gusti, apa yang harus dia lakukan?

Bayangan Ki Surojimun, dukun dug deng samaladeng yang kondang kaonang-onang hingga ke negeri seberang itu melintas tiba-tiba. Ada sesuatu yang membuat senyumnya melebar. Dia segera beranjak diiringi teriakan Emak, “Bocah gemblung, dijak ngomong wong tuwek malah minggat!”

Dia tidak peduli, tekadnya sudah bulat. Ki Suro pasti dapat membantu memenuhi permintaan Emak, dengan cara apa pun!

“Tunggu, Mak! Akan aku bawa mantu terbaik untukmu!”

***

Gubuk kecil dan reyot itu sudah tampak di depan mata. Dia mempercepat langkah, namun terhenti di depan pintu ketika dari dalam gubug terdengar suara orang sedang bercakap-cakap. Rupanya Ki Suro sedang menerima tamu. Saat ombak memecah pantai, maka Joko dapat mendengar percakapan mereka.

“Wat hepen, Jack? Wai yu kemari egen?” Suara Ki Suro dalam bahasa campuran yang terdengar aneh di telinganya.

“I’m sori, Ki. Ai em gagal total. Ai lupa mantra yu.” Jack Sparrow menunduk sedih.

“Plis, polo mai mantra, Jack!”

Di dorong rasa penasaran yang begitu dalam, Joko mengintip dari celah dinding gedek.

Gedebuk! Dia kepleset kulit pisang yang di buang sembarangan. Namun bukan itu yang membuatnya kaget hingga hilang keseimbangan. Tamu Ki Suro, seorang laki-laki berbadan tinggi, kekar, dan mengenakan kain merah menutupi sebagian rambut gondrongnya.

“Jack Sparrow!” Dia berseru tertahan. Berulangkali mencubit lengannya sendiri. Sakit! Ternyata ini bukan mimpi.

Jack Sparrow duduk bersila, matanya terpejam dan bibirnya komat kamit mengikuti rapalan Ki Suro.

“Hong ingsun amatak ajiku sirep begananda kang ana indrajit, kumelun nglimuti ing mega malang, bul peteng dhedhet alimengan upas racun darubesi, pet pepet kemput bawur wora wari aliwaran tekane wimanasara, kang katempuh jim setan peri prayangan, gandarwa, jalma manungsa tan wurung ambruk lemes wuta tan bisa krekat, blek sek turu kepati saking kersane Allah.

Mantra yang dirapal berulang kali dengan pengucapan yang lucu sekali. Joko terkikik geli. Jack Sparrow yang dia kagumi, jebule menggunakan mantra aji begananda untuk memuluskan setiap aksi perompakannya.

Sambil menggaruk kepalanya yang memang gatal, Joko ngedumel pelan, “Ealah jebule iki to rahasiamu, Jack. Njekethek ngene tok wae.”

#KepakSayapAngsa

#ProsaLiris

#Perayaan1Suro

Lina Boegi

Gambar Jack Sparrow merapal mantra sebelum merompak, diambil dari Pinterest

Related posts

Leave a Comment