“Masuklah kalian ke dalam bilik!” perlahan Agung Sedayu memberi perintah. Jejak kaki Agung Sedayu ketika menghampiri pintu begitu ringan. Sebuah tanda bahwa ia tengah mengetrapkan ilmu menyerap bunyi-...
“Aku mencemaskan dua orang tua kita, Kakang. Begitu pula keadaan Sekar Mirah yang kelihatannya sedikit mengalami kepayahan sejak tiba di pedukuhan ini.” Mendengar ucapan Pandan Wangi, Sekar Mirah pun ...
Semoga memang seperti yang ia katakan tentang perasaannya, meski masih ada kejanggaan di baik sorot matanya, demikian pikiran Ki Demang Sangkal Putung. Lalu dengan suara bergetar, ia berkata, “Agung S...
“Sepahit apapun kenyataan, kita harus dapat menerima.” Agung Sedayu menenggelamkan mata, ketika ia mengangkat wajah, ia berkata, “Dalam perkelahian itu, adi Swandaru terkulai dan tak banyak gera...
Selanjutnya Ki Demang banyak bercerita tentang peristiwa yang membahagiakan hatinya dan istrinya. Wajah sepasang insan yang menapak senja singkat itu terlihat berbinar cerah ketika mengungkap kemajuan...
“Wangi, apakah engkau tahu letak penyimpanan kitab itu?” “Entahlah, Kakang,” kata Pandan Wangi dengan hela napas panjang. “Apakah kakang Swandaru terlalu percaya diri atau benar-benar yakin tidak ada ...
Agung Sedayu sama sekali tidak mengucap kata ketika Sekar Mirah menggelontorkan pertanyaan yang memang sulit dijawab olehnya. Meski begitu, Agung Sedayu telah mempunyai dugaan bahwa sikap istrinya aka...
Pandan Wangi yang duduk di sisi kanan Sekar Mirah berkata, “Tentu ia akan berpikir keras untuk mencerna penjelasan ayahnya.” Dengan senyum mengembang, Sekar Mirah menyahut, “Bahkan mungkin ia akan ter...
Waktu beranjak seolah semakin lambat ketika matahari menanjak semakin tinggi menuju puncak langit. Pandan Wangi tidak segera bertanya pada Agung Sedayu. Jemari kanan Pandan Wangi lembut mengenggam ta...

