Keinginan Agung Sedayu pada saat itu pada Sekar Mirah adalah ia dan calon keturunannya dalam keadaan baik. Suatu hari, di masa lalu, Agung Sedayu pernah mengatakan, “Sebagai suami, aku ingin mel...
Walau kini ia berada di tengah-tengah dua wanita yang menyayanginya, Agung Sedayu justru merasakan sepi dan terasing. Tepatnya, ia ingin mengasingkan diri hingga Swandaru kembali ke rumah. Ketiadaan S...
Pada waktu itu, Pandan Wangi tidak mempunyai pemikiran lain kecuali Agung Sedayu telah berada di Sangkal Putung. Meski demikian, ia tidak menampik adanya desir aneh yang merambat pada setiap pembuluh ...
Bersama dengan matahari yang beranjak semakin tinggi, Agung Sedayu mengayun langkah menuju kediaman Swandaru. Berulang kali ia mengalihkan perhatian dengan memandang seksama setiap petak sawah dan pat...
Agung Sedayu tidak mempunyai jawaban apabila pertanyaan itu benar-benar dilontarkan Ki Warna padanya. Sesaat suasana di antara mereka pun membeku. Namun selalu ada cara untuk mencairkan suasana. Agung...
Dalam hati Ki Bekel, ia merasa bangga dengan sikap yang dimiliki oleh Ki Jagabaya. Selain itu, ia sendiri tidak menyangka jika ilmu Ki Jagabaya sedemikian tinggi – menurut kesaksian para pengawa...
Di rumah Ki Bekel, Ki Jagabaya mulai menceritakan hubungannya dengan Ki Wijil di masa lalu. Ia berkata, ”Sebenarnya saya telah mengenal Ki Wijil semenjak kami berdua masih berusia muda. Kami sama-sama...
“Kita tetap akan menjalankan rencana. Lagipula sedikit latihan ini akan menambah kedalaman yang telah ada dalam dirimu. Selain itu, kita juga dapat mengamati perkembangan pedukuhan ini di malam hari s...
Persawahan subur yang terhampar dengan bidang-bidang yang serasi menjadi gerbang masuk menuju pedukuhan induk Sangkal Putung. Jajaran pohon meski tumbuh dengan jarak yang tidak teratur, tetapi memberi...


