Pangeran Purbaya telah menyatakan keadaan itu, begitu pula Pandan Wangi yang menegaskan secara langsung di hadapan para pemimpin kelompok pengawal. Dengan demikian, suasana jiwani pengawal telah bersi...
Menurut pandangannya, Pandan Wangi bertempur seperti orang yang tidak mengetahui oleh kanuragan. Sekali lagi, Pandan Wangi bertarung secara ngawur...
Mereka tidak pulang sebagai pecundang karena keselamatan Raden Trenggana berada di atas segala cita-citanya sendiri,...
Pandan Wangi menghentikan gerakan lalu memandang lelaki yang mungkin seusia dengan ayahnya, Ki Gede Menoreh. Hanya memandang...
Ki Danupati menyeringai sambil berdesis, “Raden Trenggana adalah mangsa terbaik. Engkau, adalah, dan hanya seekor anjing pemburu bagi Arya Penangsang.”...
Arya Penangsang seperti terbang ketika menyusul Gending Pamungkas. Ketika menjejak kaki di dekat kepala lawan yang terkapar, Arya Penangsang berkata, “Engkau adalah perwira. Seorang prajurit yang bers...
Glagah Putih tidak mempunyai pilihan selain mematuhi perintah Pandan Wangi. Seorang diri Sukra memecah kerumunan, mengurai jalur yang sulit agar semakin dekat dengan pasukan Pandan Wangi!...
Sabungsari mengerutkan alis. Ia teringat peristiwa yang melibatkan orang-orang Pesisir Endut. “Aku tidak ingat,”...
Gayung bersambut! Dari arah pedukuhan, sejumlah orang bergerak maju pada arah keributan yang ditimbulkan oleh Sukra dan pengawal yang berada di belakangnya....


