“Selanjutnya Pajang berada di bawah genggamanmu. Lalu, di sini, aku akan mencegah Gajah Mada, Ra Pawagal dan yang lain agar tidak dapat mendekati raja dungu itu,” desis orang bergelang emas. Kemudian ...
Dalam penilaian Feng Kong Li, lawannya itu cukup tangguh untuk melayaninya hingga terik matahari sanggup membuat kulit kepala. Namun, dia benar-benar tidak menduga sama sekali bahwa lawannya begitu ri...
“Kalian lihat rumah itu? Agaknya rumah dengan kayu penyanggah dan berukiran burung rajawali itulah rumah Ki Juru Manyuran,” berkata orang ketiga dengan jari menunjuk ke arah yang dimaksudkan olehnya. ...
Sebelum dapat diketahui akhir dari pertempuran yang melibatkan rombongan Bondan dan Ken Banawa di daerah dekat Gunung Wilis, ribuan tombak dari tempat pertempuran, di lereng Lawu sebelah utara, iring-...
Pertemuan dua pemimpin yang berbeda latar belakang itu terjadi tanpa direncanakan sebelumnya, baik oleh Resi Gajahyana maupun Ki Banyak Abang sendiri. Percakapan mereka berlangsung dalam suasana sungg...
Sementara itu, orang-orang dari Padepokan Sanca Dawala masih cukup jauh untuk dianggap mulai mendekati wilayah Kademangan Grajegan. Namun demikian, para petugas sandi yang dikirim Ki Juru Manyuran sud...
Dengan sikap tubuh yang mewah, Ki Nagapati menggaungkan kata-kata, “Aku akan berada di tempat ini. Aku adalah penghalang pertama bagi setiap orang yang akan mengganggu Pajang.” Ki Nagapati merasakan d...
“Saya sependapat. Ratusan orang dengan senjata di tangan akan terbakar seperti rumput kering jika ada satu orang yang kehilangan pengamatan diri,” kata Ki Banyak Abang. “Maka, beristirahatlah kalian! ...
“Siapa yang menjadi pemimpin kalian setelah Ki Nagapati? Aku, Ki Banyak Abang, datang tidak untuk berperang,” suara keras Ki Banyak Abang memecah keheningan permukiman. Beberapa orang prajurit Ki Naga...

