Dalam pekatnya malam, dua pengamat yang berada di tempat agak tinggi melangkah cepat menuruni bukit kecil menuju pemukiman para pengikut Ki Nagapati. Beberapa penjaga gardu di luar pemukiman memandang...
Seorang prajurit bertubuh sedikit pendek dengan tergesa-gesa mendatangi gardu jaga yang menjadi ruang tunggu bagi Ki Nagapati. Dengan napas tersengal-sengal, ia berkata pada kawannya, ”Gawat!” Prajuri...
Kegelisahan Pada saat Ki Swandanu dan Ki Hanggapati masih berada di kotaraja, Kao Sie Liong dan Zhe Ro Phan belum selesai dengan pengembaraan untuk mencerna kata-kata Resi Gajahyana. Mereka menundukka...
Serentak orang-orang terhempas rasa kaget yang sangat dalam. Mereka menahan napas dengan wajah berubah pucat seperti melihat seleret kilat menyambar di tengah-tengah mereka. Betapa mereka tidak pernah...
Nyi Kirana bergeser setapak, katanya, ”Setiap orang yang mengenal Padepokan Sanca Dawala mengerti, bahwa Mpu Rawaja hanya memberikan gelang itu pada yang berkepandaian tinggi dan setia padanya.” Ia be...
Perjalanan panjang dan jalur yang mereka pilih untuk dilalui memang bukan satu-satunya keadaan terbaik yang mereka hadapi. Orang-orang Padepokan Sanca Dawala mempunyai kemungkinan untuk mengejar merek...
Jalutama mengusap wajah sambil menarik napas panjang. Disertai pandangan mata yang tajam pada Bondan, Jalutama berkata, ”Baiklah, kita lakukan apa yang kau inginkan.” Sebenarnya Nyi Kirana cukup cemas...
“Keputusan mereka akan menjadi perhatian saya, Nyi. Saya tidak dapat membiarkan Nyi Kirana selalu terkungkung dalam rasa bersalah,” sahut Bondan dengan nada tajam kemudian berdiri di depan Nyi Kirana....
Sehari semalam telah berlalu dan Bondan mulai memperlihatkan kemajuan yang cukup menggembirakan orang-orang di sekelilingnya. Nyi Kirana adalah orang pertama yang mengetahui perkembangan Bondan lantas...


