Dapat dianggap bahwa Wong Awulung dan Gita Nervati bermalam dengan selimut gelap. Api unggun itu sebenarnya tidak cukup hangat untuk menghadang udara dingin dan tak pula layah sebagai penerangan. Tapi...
Fajar pun datang dengan kemiringan yang pantas. Pada suasana yang sedikit terang, sejumlah orang tampak bersiap untuk sebuah perjalanan lagi. Ki Semangkak mengerutkan kening. Dia pun berkata dalam hat...
Dusun Separang, Lereng Gunung Kunir Malam itu, barak seakan berubah menjadi ruang berbagi rasa yang jauh berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Para prajurit yang baru saja pulang dari tugas be...
Fajar datang menggantikan malam yang tahu diri untuk pergi. Kehadirannya hanya ditandai dengan perubahan warna langit yang perlahan memudar dari kelam menuju terang kebiruan. Udara masih dingin dan ba...
Benturan yang berulang-ulang membuat hawa panas itu berhamburan dengan kecepatan yang sulit dimengerti. Rambatan hawa panas itu mampu mencapai Ki Demang Brumbung dan Sayoga. Bahkan dua orang ini...
Kekacauan di jalur selatan berkembang ke arah yang semakin nggrigisi. Selendang api itu kembali meraung. Lingkaran panas yang menyertainya semakin rapat, semakin berat. Setiap kibasan tidak lagi sekad...
Pagi datang dengan aba-aba yang jelas. Ki Wira Sentanu menyeberangi kali ketika cahaya mulai cukup untuk melihat dasar arus. Kudanya menaiki lereng landai dengan tangkas. Bukan kuda perang tapi rupany...
Pada laga yang sedang berlangsung di jalur selatan, suasana tidak kalah mencekam dengan gelanggang Swandaru. Debu-debu dan butiran tanah yang padat terlontar karena getaran tenaga yang terpancar dari ...
Pada waktu sepekan itu, Jalutama benar-benar menunjukkan kecakapannya sebagai seorang ahli waris Sima Menoreh. Rancangan disusun sedemikian rinci, dari gelar perang hingga tenaga untuk pengobatan. Seg...









