Matahari belum jauh tergelincir ketika Pangeran Purbaya menerima izin Sunan Agung agar datang menghadap. Beberapa persoalan sudah berada di dalam kepalanya termasuk urusan Agung Sedayu. Hanya dua oran...
Angin pagi berhembus sejuk ketika matahari menebarkan panas yang dapat membangunkan peronda yang ketiduran di gardu jaga. Pembicaraan kemudian beralih ke langkah-langkah yang mungkin dapat ditempuh—si...
Hampir berbarengan dengan habisnya waktu lawatan Ki Gede dan Pandan Wangi di Dusun Benda, Sayoga dan Sukra mundur dari tempat pengintaian ketika senja hampir berlalu. Mereka menempuh jalur yang berbed...
Malam turun dengan sedikit percakapan. Ki Wiraditan, di depan sebagian orang lereng Kening, bercerita tentang kejadian di Jati Anom. Dia mengatakan bahwa sebenarnya Perguruan Orang Bercambuk di ...
Satu hari, dua hari. Waktu terus bergulir seiring persiapan yang dilakukan di lereng Gunung Kendil. Iring-iringan Ki Astaman keluar meninggalkan Dusun RInginlarik dengan kaki melenggang tanpa beban. M...
Pasukan khusus bergerak serempak. Mereka mundur dengan tertib dari sela-sela bangunan, kembali mendekati regol dan bagian luar permukiman, tetapi tidak sepenuhnya melepaskan kepungan pandang. Sikap me...
Matahari sudah menggatalkan kulit kepala ketika kelompok peronda berada lebih dekat dengan permukiman yang ditempati Ki Astaman dan kawan-kawannya. Mereka tidak lagi berhenti di batas tapi masuk, mele...
Ki Wedoro Anom lantas berpindah dari satu kelompok ke kelompok lain. Dari hari ke hari berikutnya dengan cerita yang sama dan tetap mengalir ringan dengan sedikit perubahan rasa. Meski begitu, perhati...
Kedatangan Ki Gede dan Pandan Wangi di Dusun Benda Pagi itu datang lebih cepat dari biasanya di Dusun Benda. Kabut masih tipis menggantung di atas pematang. Beberapa orang telah turun ke sawah, bekerj...









